• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Hampir 600 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris dan Wales

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
21 Juni 2025
Hampir 600 Orang Diperkirakan Meninggal Akibat Gelombang Panas di Inggris dan Wales

Lonjakan suhu ekstrem ini dikaitkan langsung dengan dampak pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama emisi dari pembakaran bahan bakar fosil | Foto: Mark Howard / Gatty Image / Canva Pro.

116
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Hampir 600 orang diperkirakan meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda wilayah Inggris dan Wales, menurut hasil analisis terbaru para peneliti iklim.

Sebagaimana dilaporkan The Guardian, lonjakan suhu ekstrem ini dikaitkan langsung dengan dampak pemanasan global yang dipicu oleh aktivitas manusia, terutama emisi dari pembakaran bahan bakar fosil.

Para ilmuwan memperkirakan suhu di wilayah terdampak naik antara dua hingga 4 derajat Celsius akibat krisis iklim. Peningkatan ini disebut tidak akan terjadi tanpa pengaruh pemanasan global.

Kota London dan kawasan West Midlands diperkirakan mencatat angka kematian tertinggi, dengan kelompok usia lanjut di atas 65 tahun sebagai yang paling rentan.

“Gelombang panas adalah pembunuh senyap,” ujar Dr. Garyfallos Konstantinoudis dari Imperial College London.

“Banyak korban tidak tercatat secara langsung karena panas, namun sebenarnya dipicu oleh suhu ekstrem yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah ada,” tambahnya.

Data dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mencatat lebih dari 10.000 kematian dini akibat gelombang panas sepanjang 2020–2024. UKHSA bahkan telah mengeluarkan peringatan kesehatan terkait gelombang panas saat ini, yang diprediksi berlangsung hingga Senin pagi, 23 Juni 2025.

Analisis ini menggunakan data historis dari lebih dari 34.000 wilayah di Inggris dan Wales, dipadukan dengan prakiraan cuaca terbaru. Hasilnya, sekitar 570 kematian diperkirakan terjadi antara Kamis dan Minggu, dengan 129 kematian di London.

Namun, para peneliti menilai jumlah itu bisa saja lebih rendah karena gelombang panas terjadi lebih awal dari musim biasanya, saat masyarakat belum cukup siap.

Prof. Antonio Gasparrini dari London School of Hygiene & Tropical Medicine menyebut kenaikan suhu sekecil satu derajat bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati.

“Semakin panas suhu, semakin banyak pasien yang dirawat karena kondisi terkait panas, dan ini akan memberi tekanan besar pada layanan kesehatan,” ujarnya.

UKHSA juga menyarankan masyarakat untuk:

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 11.00–15.00
  • Minum air yang cukup
  • Mengawasi kondisi lansia, bayi, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis

Selain itu, peringatan polusi udara ozon tinggi juga dikeluarkan di London, dengan imbauan kepada warga yang memiliki masalah pernapasan agar membatasi aktivitas di luar ruangan.

Dr. Lorna Powell, dokter perawatan darurat di NHS London Timur, mengungkapkan bahwa kasus penyakit terkait panas mulai meningkat. “Dehidrasi dan kelelahan akibat panas dapat dengan cepat berkembang menjadi kondisi serius,” katanya.

Krisis iklim dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya frekuensi dan intensitas gelombang panas. Laporan terbaru dari Komite Perubahan Iklim Inggris menyebut, jika suhu global naik 2°C di atas level pra-industri, angka kematian akibat panas di Inggris bisa melampaui 10.000 jiwa per tahun pada 2050.

Secara global, gelombang panas ekstrem membunuh lebih banyak orang dibandingkan banjir, gempa bumi, dan badai jika digabungkan, menurut laporan perusahaan asuransi Swiss Re. Diperkirakan 500.000 orang meninggal setiap tahun akibat paparan suhu panas ekstrem di seluruh dunia.

“Gelombang panas adalah krisis kemanusiaan yang sering diabaikan. Dampaknya nyata dan semakin memburuk. Saatnya bertindak,” tegas Nina Arquint, Chief Executive Swiss Re untuk solusi korporat.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pemerintah dan masyarakat dunia untuk segera mengurangi emisi karbon, meninggalkan penggunaan batu bara, minyak, dan gas, serta memperkuat sistem perlindungan kesehatan menghadapi ancaman iklim yang terus meningkat.

— The Guardian


Simak berita lainnya tentang LINGKUNGAN

Tags: lingkunganperubahan iklim
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah
Internasional

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

...

Read moreDetails
WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

Jikalahari Kritik Kunjungan Perdana Prabowo ke Riau, Dinilai Cuma Pindah Lokasi Rapat

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

111 Tersangka Karhutla di Riau, Jikalahari Pertanyakan: Korporasinya Mana?

Next Post
BTN dan UI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Kampus dan Akademisi

BTN dan UI Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Kampus dan Akademisi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.