BERTUAHPOS.COM — Gelombang panas yang digambarkan para ilmuwan sebagai yang paling parah dan meluas yang pernah tercatat, terus melanda Eropa. Suhu ekstrem ini telah merenggut nyawa empat balita dan menyebabkan lebih dari 55 kasus tenggelam di Prancis, sementara 150 juta orang terpapar suhu di atas 35 derajat Celsius.
Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari mengonfirmasi, lonjakan signifikan pada jumlah korban tenggelam. “Hingga tadi malam jumlahnya mencapai 55, tetapi kami khawatir situasinya dapat memburuk,” katanya kepada stasiun televisi Franceinfo, seperti dikutip dari The Guardian, Sabtu, 27 Juli 2026.
Krisis ini mendorong pihak berwenang untuk mengambil langkah drastis demi mengurangi tekanan pada layanan darurat. Paris memberlakukan larangan minum alkohol di tempat umum setelah kepala polisi menyatakan bahwa fasilitas rumah sakit telah mencapai titik jenuh.
Di Marseille, seorang anak berusia 18 bulan meninggal setelah ditemukan dalam keadaan hipertermia di dalam mobil yang terkunci. Ini adalah kasus keempat dalam seminggu setelah seorang bocah laki-laki berusia tiga tahun di pinggiran kota Paris mengalami nasib serupa, sementara jasad dua anak lainnya yang berusia dua dan empat tahun juga ditemukan di dalam kendaraan keluarga mereka.
Sementara itu, Inggris menghadapi situasi serupa dengan rekor suhu Juni yang dipecahkan untuk hari ketiga berturut-turut. Kantor Meteorologi mencatat suhu mencapai 37,3 derajat Celsius di Santon Downham, Suffolk, memicu perpanjangan peringatan kesehatan tingkat merah yang langka.
Layanan ambulans London melaporkan merespons jumlah keadaan darurat yang mengancam jiwa tertinggi sepanjang masa. Tekanan pada layanan kesehatan kian memburuk seiring ditutupnya lebih dari 1.000 sekolah di Inggris karena bangunan yang mengalami panas berlebih.
Ketua Asosiasi Dokter Gawat Darurat Prancis, Patrick Pelloux, mengungkapkan data yang sangat memprihatinkan dari Paris. “Lima puluh lima itu sangat besar. Biasanya hanya tiga atau empat dalam 24 jam,” katanya.









