• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ikan Arwana Merah, Primadona Asal Kapuas yang Kini Terancam Punah

Reni by Reni
27 Juni 2026
Arwana Merah, Ikan Hias Termahal di Dunia yang Jadi Fauna Nasional Asli Indonesia

Arwana Merah | Foto: Ilustrasi.

289
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Ikan arwana merah bukan sekadar ikan hias biasa, melainkan varian arwana termahal dan paling bergengsi di seluruh dunia. Satwa asli Indonesia ini hanya menghuni habitat spesifik di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, menjadikannya kekayaan alam yang tak ternilai harganya.

Dalam dunia ilmiah, ikan arwana merah dikenal dengan nama Latin Scleropages formosus yang termasuk dalam keluarga Osteoglossidae atau sering disebut bonytongues. Masyarakat luas menjuluki arwana sebagai “Ikan Naga” karena kemegahan fisiknya yang kerap dikaitkan dengan sosok naga dalam mitologi Tionghoa.

Spesies air tawar asli Asia Tenggara ini hadir dalam empat varietas warna yang tersebar di sejumlah negara berbeda. Warna hijau mendiami perairan Indonesia, Vietnam, Myanmar, Thailand, dan Malaysia, sementara warna emas berekor merah serta warna merah yang paling istimewa hanya ditemukan di wilayah perairan Indonesia.

Ikan arwana merah tergolong ikan purba yang mampu bertahan hingga era modern, namun status keberadaannya kini sangat mengkhawatirkan. Lembaga konservasi dunia IUCN menetapkan arwana Asia sebagai spesies terancam punah sejak 2004 akibat tingginya permintaan pasar ikan hias dari kalangan pengikut feng shui yang rela membayar harga fantastis.

Masyarakat lokal mengenal ikan istimewa ini dengan beragam nama seperti ikan siluk, ikan kayangan, ikan kalikasi, hingga ikan kelasa. Pemerintah Indonesia bahkan mengukuhkan status keistimewaannya melalui Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993 dengan menetapkan arwana merah sebagai Satwa Pesona Nusantara yang sejajar dengan Komodo dan Elang Jawa.

Dari segi morfologi, ikan arwana merah memiliki ciri fisik yang sangat khas dan mudah dikenali oleh para penghobi. Tubuhnya panjang dan pipih dengan punggung datar yang hampir lurus dari mulut hingga sirip punggung, dilengkapi garis lateral sepanjang 20 hingga 24 sentimeter di kedua sisi tubuhnya.

Mulutnya mengarah ke atas dengan sepasang sungut di bibir bawah yang menyerupai kumis naga, sementara rahangnya kokoh menampung susunan gigi sebanyak 15 hingga 17 buah. Penutup insang melengkapi bagian kepalanya, sirip punggung terletak dekat pangkal sirip ekor, dan sirip anus yang lebih panjang daripada sirip punggung hampir menyentuh sirip perut.

Ukuran ikan arwana merah dewasa sangat bervariasi mulai dari 30 hingga 80 sentimeter dengan sisik besar berkilau dan gerakan meliuk indah saat berenang di dalam air. Kombinasi warna merah menyala, sisik besar, dan sungut bak naga menjadikannya tampil begitu memukau sekaligus bernilai sangat tinggi di pasar ikan hias global.

Habitat asli ikan arwana merah terkonsentrasi di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, namun populasinya terus merosot tajam akibat penangkapan liar yang sulit dikendalikan. Rendahnya daya biak spesies ini semakin memperparah kondisi, menempatkan arwana merah sebagai salah satu ikan air tawar paling rentan terhadap ancaman kepunahan di Indonesia.

Kendati berstatus terancam punah, perdagangan ikan arwana merah masih diizinkan secara legal melalui regulasi yang sangat ketat dengan kewajiban melengkapi sertifikat resmi dan menanamkan microchip di tubuh ikan. Pemerintah mengatur perlindungannya lewat berbagai regulasi dan menetapkan bahwa sejak 1995, arwana merah yang boleh diperdagangkan hanya berasal dari hasil budi daya generasi kedua atau keturunan penangkaran resmi.

Tags: Hobiikan hiaslifestyle
Share7Tweet4Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Reni

Reni

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi 4 Moisturizer untuk Kulit Kombinasi
Lifestyle

Rekomendasi 4 Moisturizer untuk Kulit Kombinasi

...

Read moreDetails
Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berminyak dan Berkomedo

Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Berminyak dan Berkomedo

Rekomendasi 4 Moisturizer untuk Kulit Berminyak

Rekomendasi 4 Moisturizer untuk Kulit Berminyak

Rekomendasi Moisturizer Wardah untuk Mengatasi Kerutan di Wajah

Rekomendasi Moisturizer Wardah untuk Mengatasi Kerutan di Wajah

Pilihan 3 Sepatu Running Puma Terbaik dengan Bantalan Empuk

Pilihan 3 Sepatu Running Puma Terbaik dengan Bantalan Empuk

Rekomendasi 4 Serum Hanasui untuk Mengatasi Flek Hitam di Wajah, Kulit Sehat dan Cerah

Rekomendasi 4 Serum Hanasui untuk Mengatasi Flek Hitam di Wajah, Kulit Sehat dan Cerah

Next Post
Artists–Art Fair Pekanbaru Hadirkan Revolusi Pasar Seni Berbasis Seniman

Artists–Art Fair Pekanbaru Resmi Dibuka, Pamerkan 129 Karya dalam 11 Bilik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.