• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 7, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Emisi Gas Rumah Kaca AS Naik 2,4%, Pusat Data dan Harga Gas Jadi Pemicu

Emisi gas rumah kaca AS naik 2,4% pada 2025 akibat musim dingin, pusat data, kripto, dan harga gas. Batu bara kembali meningkat.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
15 Januari 2026
Emisi Gas Rumah Kaca AS Naik 2,4%, Pusat Data dan Harga Gas Jadi Pemicu

Kebijakan lingkungan oleh Donald Trump belum menjadi faktor signifikan dalam kenaikan emisi 2025 | Foto: Ilustrasi / Canva.

221
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Emisi gas rumah kaca Amerika Serikat kembali meningkat pada 2025. emisi dari pembakaran bahan bakar fosil AS tercatat naik 2,4% dibandingkan tahun sebelumnya, berbalik dari tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini berdasarkan data dari studi terbaru Rhodium Group yang dirilis pada 14 Januari 2026, sebagaimana dilansir Bertuahpos dari The Guardian, Kamis, 15 Januari 2025.

Hasil dari studi tersebut menyatakan bahwa lonjakan emisi dipicu oleh kombinasi musim dingin yang lebih dingin, pertumbuhan pesat pusat data dan penambangan mata uang kripto, serta kenaikan harga gas alam.

Rhodium menegaskan, pembalikan kebijakan lingkungan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump belum menjadi faktor signifikan dalam kenaikan emisi 2025 karena kebijakan tersebut baru berlaku tahun ini.

Gas rumah kaca dari pembakaran batu bara, minyak, dan gas alam tetap menjadi penyumbang utama pemanasan global.

Secara historis, emisi karbon AS turun sekitar 20% sepanjang 2005–2024, meski sempat mengalami kenaikan pada satu-dua tahun tertentu. Dalam periode tersebut, upaya transisi energi bersih membuat pertumbuhan ekonomi terpisah dari pertumbuhan emisi.

Namun, kondisi itu berubah pada 2025. Ben King, Direktur Grup Energi Rhodium, menyebut polusi karbon tahun lalu tumbuh lebih cepat daripada aktivitas ekonomi. Ia memperkirakan AS melepaskan 5,9 miliar ton CO₂ ekuivalen pada 2025, atau 139 juta ton lebih tinggi dibandingkan 2024.

King menjelaskan, musim dingin 2025 meningkatkan penggunaan pemanas bangunan yang banyak bergantung pada gas alam dan minyak bakar. Di saat yang sama, lonjakan permintaan listrik dari pusat data dan penambangan kripto memaksa lebih banyak pembangkit listrik beroperasi, termasuk pembangkit berbahan bakar batu bara yang paling intensif karbon.

Kenaikan harga gas alam turut mendorong penggunaan batu bara naik 13%, meski pemakaian batu bara secara struktural telah turun hampir dua pertiga sejak puncaknya pada 2007. “Ini bukan kebangkitan besar batu bara,” ujar King. “Namun peningkatan ini cukup menjelaskan mengapa emisi sektor listrik naik.”

Rhodium mencatat, daftar usulan pencabutan kebijakan lingkungan oleh pemerintahan Trump belum berdampak pada data 2025, tetapi efeknya bisa terlihat pada tahun-tahun mendatang. “Ini baru satu tahun data. Kita perlu melihat apakah tren ini berlanjut,” kata King.

Di tengah kenaikan emisi, kapasitas tenaga surya AS melonjak 34%, melampaui hidroelektrik. Energi tanpa emisi karbon kini menyuplai 42% kebutuhan listrik AS.

King menilai, meski subsidi energi surya dan angin berpotensi dihentikan, daya saing ekonomi energi terbarukan masih kuat. “Pemerintah tidak bisa dengan mudah mengubah fundamental ekonomi energi bersih,” ujarnya.

Sebelumnya, Rhodium memproyeksikan emisi AS pada 2035 turun 38%–56% dari level 2005. Kini, proyeksi penurunan tersebut diperkirakan menyusut sekitar sepertiga.

Dekan Lingkungan Universitas Michigan, Jonathan Overpeck, menilai kenaikan emisi 2025 sebagai sinyal buruk. Menurutnya, fokus pada bahan bakar fosil berisiko merugikan ekonomi dan kualitas udara AS, sementara dunia bergerak ke teknologi rendah karbon.

Aktivis iklim Bill McKibben menyebut langkah AS mundur dari transisi energi sebagai keputusan keliru. Sementara itu, Badan Perlindungan Lingkungan AS (EPA) menyatakan belum mengetahui laporan Rhodium Group dan menegaskan tetap menjalankan misi melindungi kesehatan manusia.***

Emisi Karbon AS

Tags: Amerika serikatInternasionallingkunganperubahan iklim
Share5Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius Tertinggi Sepanjang Sejarah
Internasional

Rekor Suhu Laut dan Udara Global Pecah Bersamaan, Tembus 1,65 Derajat Celsius-Tertinggi Sepanjang Sejarah

...

Read moreDetails
Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

Target Sanksi Bank AS Meluas, Mesir dan Turki di Radar

Kisah Sindikat Malone Lam Pencuri Bitcoin Senilai USD245 juta, Siapa Dia?

Kisah Sindikat Malone Lam Pencuri Bitcoin Senilai USD245 juta, Siapa Dia?

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

WALHI Kritik Perdagangan Karbon, Orang Kaya Bisa Bebas Emisi, Masyarakat Kecil Tak Dapat Apa-apa

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Listrik Tersedia, Alam Terjaga, Melihat Lebih Dekat Biodiversity Safeguard di Lanskap Koto Panjang

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Bukan Hujan, Ini Penyebab Banjir Bandang Maut di Perbatasan Nepal-China

Next Post
Miris, Empat Ruang Kelas SDN 001 Sungai Pinang Kuansing Rusak Parah

Miris, Empat Ruang Kelas SDN 001 Sungai Pinang Kuansing Rusak Parah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.