BERTUAHPOS — Sejumlah wilayah di Pulau Sumatera tidak luput dalam daftar daerah yang berpotensi terdampak gempa megathrust di Indonesia.
Sejumlah penelitian menyebut gempa jenis ini bisa memicu guncangan sangat kuat dan berpotensi menimbulkan tsunami dengan ketinggian belasan hingga puluhan meter di wilayah pesisir.
Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sepanjang 2025, total 43.439 kejadian gempa bumi terjadi di wilayah nasional sejak gempa besar Magnitudo 7,1 yang mengguncang Megathrust Nankai—Jepang Selatan pada 8 Agustus 2024—Indonesia tercatat mengalami beberapa kali gempa signifikan.
Dari jumlah tersebut, sedikitnya 25 kejadian gempa dilaporkan menimbulkan kerusakan yang cukup besar di sejumlah wilayah. Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa rentetan gempa yang terjadi di Indonesia tidak berkaitan dengan gempa megathrust yang mengguncang Jepang.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan gempa yang terjadi di Indonesia merupakan aktivitas seismik alami yang memang tinggi.
“Tidak ada hubungan sama sekali dengan gempa megathrust Jepang. Gempa di Indonesia memang banyak karena kondisi tektonik kita yang aktif,” ujarnya.
Mengacu pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, terdapat 13 segmen megathrust yang berpotensi mengancam wilayah Indonesia, khususnya wilayah pesisir barat Sumatera yang berada di jalur tumbukan lempeng bumi. Beberapa segmen tersebut memiliki potensi kekuatan gempa hingga Magnitudo 9.
Di wilayah Sumatera, sejumlah segmen megathrust yang berpotensi kuat antara lain Megathrust Aceh-Andaman dengan potensi magnitudo 9,2, Megathrust Mentawai-Pagai dengan potensi magnitudo 8,9, Megathrust Mentawai-Siberut magnitudo 8,9, Megathrust Nias-Simeulue magnitudo 8,7, serta Megathrust Enggano magnitudo 8,4.
Selain Sumatera, segmen megathrust lainnya yang berada di wilayah Indonesia adalah Megathrust Selat Sunda, Jawa Barat–Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumba, Sulawesi Utara, Filipina, Papua, hingga segmen Batu dengan potensi magnitudo 7,8.***









