BERTUAHPOS.COM — Luas kasus Karhutla di Riau mencapai 15.477,9 hektare sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah itu, 14.277,3 hektare lahan yang terbakar adalah gambut. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah terparah dengan luas kebakaran mencapai 8.239,5 hektare.
Menurut Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto, data tersebut masih bersifat sementara hasil analisis citra satelit Kemenhut, BRIN, dan KemenLH. Data ini juga dipakai secara head to head dengan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya sebagai bahan evaluasi bersama.
“Hasil analisis citra satelit menunjukkan luas karhutla di Provinsi Riau periode 1 Januari sampai 30 Juni 2026 mencapai 15.477,9 hektare. Ini bukan hanya masalah angka, tetapi harus menjadi perhatian dan pembelajaran penting agar semua pihak terus bahu-membahu mencegah karhutla,” ujar Ferdian Krisnanto, Jumat, 17 Juli 2026.
Luas Karhutla di Bengkalis melonjak tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya 48,3 hektare. Angka tersebut juga jauh di atas tahun 2024 sebesar 214,7 hektare dan 2023 sebesar 723,2 hektare, namun masih di bawah semester pertama 2019 yang mencapai 10.410,9 hektare.
Kabupaten Pelalawan menempati posisi kedua dengan luas kebakaran 4.582 hektare. Luasan tersebut melonjak dibandingkan tahun 2025 yang hanya 647,8 hektare, namun masih lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yang mencatat 6.012 hektare.
Kabupaten Indragiri Hilir berada di urutan berikutnya dengan luas karhutla 956,6 hektare. Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2025 sebesar 76 hektare dan tahun 2024 sebesar 97,6 hektare.
Di Kota Dumai, luas karhutla semester pertama mencapai 607,1 hektare. Luasan tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun 2025 yang hanya 7,6 hektare, namun masih di bawah tahun 2020 yang mencapai 1.252 hektare.
Kabupaten Rokan Hilir mencatat luas 289,6 hektare, meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya 45,8 hektare. Sementara Kabupaten Siak mencatat 281,1 hektare, lebih tinggi dari tahun 2025 sebesar 198,4 hektare.
Kabupaten Kepulauan Meranti mengalami kebakaran seluas 199,3 hektare, meningkat drastis dari tahun 2025 yang hanya 3,5 hektare. Kabupaten Kuantan Singingi mencatat 103,1 hektare, naik tajam dari tahun sebelumnya yang hanya 5,6 hektare.
Kabupaten Kampar mencapai 90,1 hektare, Indragiri Hulu 80,7 hektare, dan Rokan Hulu 40,5 hektare. Kota Pekanbaru menjadi daerah dengan luas terkecil, yakni hanya 8,4 hektare.
Secara keseluruhan, luas karhutla di Riau semester pertama 2026 melonjak signifikan dibandingkan periode sama tahun 2025 yang hanya 907,8 hektare. Angka tahun ini juga jauh di atas tahun 2024 sebesar 4.257,6 hektare, namun masih di bawah semester pertama 2019 yang mencapai 28.214,6 hektare.
“Yang terpenting bukan sekadar mengukur besar kecilnya luasan kebakaran setiap tahun, tetapi bagaimana seluruh elemen dapat memperkuat patroli, deteksi dini, edukasi kepada masyarakat, serta merespons secepat mungkin ketika ditemukan titik api. Pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif agar karhutla tidak berkembang menjadi lebih luas,” jelasnya.









