• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

​Alarm El Nino 2026, Ancaman Kekeringan Ekstrem dan Karhutla Hantui Indonesia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 April 2026
​Alarm El Nino 2026, Ancaman Kekeringan Ekstrem dan Karhutla Hantui Indonesia

Kebakaran di lahan kering akibat El Nino | Foto: Ilustrasi.

191
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini terkait potensi fenomena El Nino yang diprediksi menguat pada semester kedua 2026. Kondisi iklim global ini berpeluang mencapai level lemah hingga moderat dengan probabilitas 50-80 persen, yang secara langsung meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah tanah air.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan bahwa saat ini indikator El Nino Southern Oscillation (ENSO) memang masih berada pada fase netral. Meski demikian, pergerakan menuju El Nino wajib menjadi perhatian serius karena berpotensi memperparah durasi dan intensitas musim kemarau tahun ini. Berdasarkan kajian ahli, musim kering tahun 2026 diproyeksikan datang lebih awal dan bersifat lebih gersang jika dibandingkan dengan kondisi normal.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino adalah dua fenomena berbeda. Kemarau merupakan siklus klimatologis, namun jika terjadi bersamaan dengan El Nino, curah hujan akan jauh berkurang dan kondisi menjadi lebih kering,” kata Faisal belum lama ini.

Ancaman lingkungan ini bukan sekadar prediksi di atas kertas. BMKG mencatat lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) yang mencapai 1.601 titik hingga awal April 2026. Angka tersebut melampaui statistik periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya, menandakan kerentanan lahan yang mulai meningkat.

Secara geografis, ancaman karhutla akan bergerak secara sporadis. Faisal merinci wilayah Riau mulai memasuki zona merah pada Juni mendatang. Sebulan kemudian, potensi kebakaran meluas ke Jambi dan Sumatra Selatan, hingga mencapai puncaknya di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan pada periode Juli hingga Agustus.

Guna membendung dampak kerusakan ekosistem, BMKG mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai garda terdepan mitigasi. Strategi ini fokus pada metode pembasahan lahan (rewetting), terutama di area gambut yang sangat mudah terbakar saat kekeringan melanda.

“Ketika tinggi muka air tanah di lahan gambut mulai menurun, BMKG segera melakukan modifikasi cuaca untuk menjaga kelembapan tanah agar tidak mudah terbakar,” tegas Faisal. Ia menekankan bahwa kesiapsiagaan lintas sektor antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi anomali cuaca ekstrem yang mengintai sepanjang tahun ini.[]

Tags: el ninoKarhutlaKekeringanlingkungan
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Petani sawit di Kota Dumai, Riau, sedang melansir TBS untuk dijual ke perusahaan | Foto: Bertuahpos / Melba Ferry Fadly.
Berita Pilihan

Ekspor Sawit Satu Pintu Mulai 2027, Industri Sawit Berpotensi Hadapi Tekanan Berlapis

...

Read moreDetails
BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

BMKG Riau Ingatkan Waspada Banjir dan Longsor Musim Hujan

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Krisis Air Terparah, Sri Lanka Siapkan Rencana Olah Air Laut

Operasi Pemadaman Karhutla Riau Berlanjut, Sejumlah Titik Belum Padam

11.370 Warga Riau Terserang ISPA Akibat Kualitas Udara Tidak Sehat

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

APHI Riau Gotong Royong dan Kolaborasi Tingkat Tapak Cegah dan Pemadaman Karhutla Paling Efektif

Next Post
Tren HP Compact Kembali Melejit, Berikut Deretan Flagship Ringkas Turun Harga Drastis di 2026

Tren HP Compact Kembali Melejit, Berikut Deretan Flagship Ringkas Turun Harga Drastis di 2026

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.