BERTUAHPOS.COM — Sebanyak 90 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru disiagakan untuk upaya pemadaman Karhutla di Kota Bertuah. Karhutla terpantau semakin meluas di kota ini dalam dua hari belakangan, dengan luas lahan terbakar kini mencapai 38 hektare dan berpotensi bertambah seiring kondisi kemarau yang masih berlangsung.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru Martin Manoluk mengatakan, personel gabungan telah disebar ke titik-titik rawan karhutla. Armada dan peralatan khusus juga disiagakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
“Total kami menyiagakan 90 personel, mereka nantinya menyebar untuk memadamkan lahan terbakar,” terang Martin, Senin, 13 Juli 2026.
Adapun 90 personel itu dibagi dalam tiga pleton yang masing-masing beranggotakan 30 orang. Pleton Tanggap, Pleton Tangkas, dan Pleton Tangguh disiapkan dengan pembagian tugas spesifik sesuai medan kebakaran.
BPBD turut mengerahkan mobil MPK, water supply, dan mobil L300 untuk mempercepat mobilitas tim di lapangan. Peralatan khusus seperti selang, nozel, baju antiapi, dan mesin mini striker juga dibekalkan kepada setiap regu pemadam.
“Kami juga menyiagakan sejumlah kendaraan operasional seperti mobil MPK, water supply, dan mobil L300. Tim dilengkapi peralatan khusus untuk menjangkau titik api yang sulit diakses,” ulas Martin.
Kebakaran terkini tercatat terjadi di Kawasan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, serta Kawasan Palas, Kecamatan Rumbai. Kedua wilayah itu menjadi penyumbang terbesar luas lahan terbakar di Pekanbaru.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, sebelumnya telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Lahan dan Hutan. Status ini akan berlaku hingga 30 November 2026 untuk mengantisipasi meluasnya karhutla selama musim kemarau.
“Status siaga darurat ini direncanakan berlaku hingga 30 November 2026 mendatang. Kami mengimbau warga segera melaporkan jika menemukan titik api agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” tutup Martin.








