Kurang Tidur Pemicu Serangan Jantung

Rabu, 12 Juni 2013 14:30
Kurang Tidur Pemicu Serangan Jantung
BERTUAHPOS – Penelitian baru mengungkapkan, tidur malam kurang dari enam jam tiap hari meningkatkan seseorang terkena serangan jantung.
Â
Para peneliti dari Universitas California, San Francisco melibatkan lebih dari 600 pria dan wanita dengan penyakit jantung. Mereka dilaporkan memiliki kualitas tidur buruk dan menderita peradangan setelah lima tahun.
Â
Inflamasi atau peradangan berkaitan dengan penyakit jantung koroner dan risiko serangan jantung.
Â
Usia rata-rata perempuan adalah 64 tahun dan laki-laki 66 tahun. Peradangan dalam tubuh dilacak dengan mengukur tingkat tiga biomarker: interleukin-6, protein C-reaktif dan fibrinogen.
Â
Pasien diminta melaporkan kualitas tidur mereka pada awal dan akhir masa studi lima tahun.
Â
Hasilnya, wanita yang dilaporkan memiliki waktu tidur yang sangat sedikit memiliki 2,5 kali peningkatan kadar inflamasi. Peneliti menggunakan ukuran enam jam per malam sebagai waktu tidur yang baik.
Â
Peradangan dianggap memainkan peran dalam serangan jantung dan stroke, dalam hal dilihat dari penumpukan plak di arteri, dimana tubuh melihatnya sebagai zat asing. Demikian aturan menurut American Heart Association.
Â
“Peradangan adalah prediktor terkenal terhadap kesehatan jantung,” kata penulis utama studi Aric Prather, Ph.D seperti dikutip dari nydaily.
Â
“Sekarang kita memiliki bukti bahwa kurang tidur tampaknya memainkan peran yang lebih besar dari kita pikir sebelumnya dalam mendorong peningkatan peradangan,” sambungnya.
Â
Studi ini diterbitkan dalam Journal of Psychiatric Research. (kapurnews.com)