• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Orang dengan Gangguan Autoimun Belum Layak Vaksinasi

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Januari 2021
keampuhan vaksin sinovac

Ilustrasi Vaksin Sinovac. (Net)

109
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Tak semua orang bisa mendapatkan vaksin. Beberapa orang dengan penyakit tertentu, termasuk autoimun, tidak direkomendasikan melakukan vaksinasi. 

Hal itu tercantum dalam rekomendasi daftar pemberian vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI).

“Pasien autoimun tidak dianjurkan untuk diberikan vaksin Covid-19 sampai hasil penelitian yang lebih jelas telah dipublikasi,” tulis PAPDI dalam rekomendasinya, beberapa waktu lalu.

Salah satu penyebabnya adalah konsumsi obat imunosupresan. Misalnya pada gangguan autoimun yang menyerang sistem pencernaan seperti Celiac disease dan penyakit radang usus atau inflammatory bowel syndrome (IBS).

Ahli gastroenterologi, Profesor Ari Fachrial Syam menyebut, obat imunosupresan–yang biasa dikonsumsi oleh orang dengan gangguan autoimun–bakal menghambat proses pembentukan antibodi melalui vaksin. Antibodi tak akan terbentuk meski sudah disuntikkan vaksin.

“Bahwa tujuan vaksinasi adalah membentuk antibodi. Oleh karena itu, pada orang-orang yang saat ini dalam keadaan akut, mengalami penyakit autoimun atau sedang dalam pengobatan yang tujuannya menekan sistem imun tubuh, tentu dia tidak dianjurkan karena yang bersangkutan tidak mampu membentuk antibodi,” jelas Ari dalam pemaparannya di Instagram, beberapa waktu lalu.

Mengutip laman Lupus Foundation of America, vaksin mati seperti pada vaksin flu, pneumonia, dan tenanus tidak akan meningkatkan aktivitas gangguan autoimun lupus. Kendati demikian, ditemukan beberapa kasus orang dengan lupus yang mengalami flare (kekambuhan) pasca-vaksinasi.

Ahli kesehatan Sandra S Langow mengatakan, vaksin harus sangat hati-hati diberikan pada orang yang sedang mengonsumsi obat imunosupresan. “Vaksinasi dapat dilakukan pada orang dengan autoimun yang berada pada level stabil, di bawah pengawasan dokter,” ujar dia.

Sebuah penjelasan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of the Rheumatic Disease menyebutkan, vaksin pada orang dengan gangguan autoimun harus diberikan saat penyakit dalam kondisi stabil atau terkontrol guna meminimalisasi kekambuhan penyakit.

Vaksin yang diberikan harus berupa inactivated vaccine. Vaksin hidup mengandung sejumlah virus atau bakteri yang bisa membikin infeksi saat sistem kekebalan tubuh melemah.

Vaksin corona, Sinovac, merupakan salah satu jenis inactivated vaccine, bersama dengan vaksin lainnya seperti polio, hepatitis A, hepatitis B, influenza, difteri, tipes, dan masih banyak lagi. Jenis vaksin ini tidak akan berubah menjadi bentuk infeksi pada orang dengan gangguan imunitas. Namun, efektivitasnya akan berkurang pada orang yang mengonsumsi obat imunosupresan jangka panjang.

Vaksin bekerja dengan melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali patogen, baik virus ataupun bakteri. Saat vaksin disuntikkan, maka vaksin akan merangsang sel-sel imunitas untuk membentuk antibodi yang dapat membantu tubuh melawan penyakit. (bpc2)

 

Tags: kelompok vaksinpenyakit tak bisa divaksinvaksinvaksinasi
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka
Kesehatan

Menkes Ungkap Efek Samping Vaksin AstraZeneca — Pemicu Penyakit Langka

...

Read moreDetails

Kedaruratan Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Epidemilogi Himbau Masyarakat Untuk Lengkapi Vaksin Dan Trus Lakukan Prokes

Dinkes Pekanbaru: Vaksin Meningitis tidak Tersedia di Puskesmas 

Panik, Tiket Masih Tinggi Vaksin Meningitis pun Langka

sulit vaksinasi, gagal ginjal akut pada anak

Masyarakat di Riau Sulit Dapatkan Vaksin Covid-19, Apa Masalahnya?

Target vaksinasi riau, vaksin booster

Kasus Covid-19 di Riau Didominasi Mereka yang Belum Booster

Next Post

Ini Kata Sapuhi Soal Wacana Pemangkasan Subsidi Dana Haji

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.