BERTUAHPOS.COM – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim mahasiswa UIN Suska Riau berhasil menyabet Juara Umum pada ajang kompetisi esai nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Setara Prisma Nusantara (Nusantara Muda), Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Haji Agus Salim (BEM ITB HAS), International Students Association Universiti Sains Islam Malaysia (INSAN USIM), dan Forum Kajian Islam (FKI) Rabbani Universitas Andalas pada 11–12 Juli 2026 di Kota Padang, Sumatera Barat.
Prestasi yang berhasil diraih tim UIN Suska Riau meliputi Juara Umum, Juara Harapan III Seluruh Kategori, 1 Gold Medal kategori pangan, 3 Silver Medal pada kategori lingkungan, budaya, dan pariwisata, 2 Best Favorite Poster kategori budaya dan pariwisata, serta 1 Best Paper kategori pariwisata dan budaya.
Tim yang terdiri dari M. Duta Ardandi Pratama, Zera Erika, Deswara Alfareza Putra Arifin, M. Falhan Arifin, Miftahul Jannah, dan Resti Audia mengangkat tujuh gagasan inovatif yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan Indonesia Emas 2045. Dari tujuh karya tersebut, empat berhasil melaju hingga babak final, yakni bidang lingkungan, pangan, budaya, dan pariwisata.
Pada bidang lingkungan, tim menghadirkan KATUKPOLI, sebuah inovasi bioplastik berbahan dasar selulosa daun katuk sebagai alternatif plastik konvensional yang sulit terurai. Inovasi ini menawarkan solusi ramah lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi hayati lokal.
Di bidang pangan, tim mengusung Reinventing Ikan Salai Patin, sebuah inovasi pangan fungsional berbasis kearifan lokal Kabupaten Kampar. Tidak hanya memanfaatkan daging ikan patin, inovasi ini juga mengolah kulit ikan yang memiliki kandungan protein tinggi sehingga berpotensi menjadi produk pangan bernilai tambah untuk mendukung ketahanan pangan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Sementara pada sektor pariwisata, tim memperkenalkan ECO-BALIMAU KASAI, sebuah rekonstruksi tradisi Balimau Kasai melalui konsep green event management. Gagasan ini menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan saat penyelenggaraan festival budaya sehingga mampu mendukung pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Kampar.
Adapun pada bidang budaya, tim menghadirkan inovasi Youth-Driven Innovation melalui pelestarian Calempong Oguong, alat musik tradisional khas Kampar. Konsep ini memadukan unsur musik modern dengan musik tradisional agar lebih diminati generasi muda tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Ketua tim, M. Duta Ardandi Pratama, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh anggota tim yang tidak hanya menyusun karya ilmiah, tetapi juga melakukan riset lapangan secara langsung di berbagai lokasi di Kabupaten Kampar, khususnya wilayah Kecamatan XIII Koto Kampar dan Desa Koto Mesjid.
“Kami ingin membuktikan bahwa sebuah esai tidak hanya berhenti sebagai tulisan. Inovasi yang kami angkat harus mampu diwujudkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu kami melakukan observasi, survei lapangan, hingga berdiskusi dengan berbagai pihak agar gagasan yang kami tawarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah,” ujarnya.
Dia menjelaskan, sebelum mengikuti kompetisi, tim juga melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kampar, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Riau, serta Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Riau. Dukungan tersebut menjadi motivasi bagi tim agar inovasi yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, melainkan dapat direalisasikan di masa mendatang.
Menurut Duta, proses persiapan dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Seluruh anggota tim memulai dengan menyusun ide, melakukan mini riset, konsultasi bersama dosen pembimbing dan mentor, hingga menyempurnakan naskah serta mempersiapkan presentasi untuk babak final.
Tim ini dibimbing oleh Nadia Omara, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, serta Misel Friledia Rahmadhani S. Pd atau biasa di panggil kak Icen, alumni UIN Suska Riau yang telah berpengalaman dalam berbagai kompetisi karya tulis ilmiah tingkat nasional. Keduanya memberikan arahan mulai dari penyusunan konsep inovasi hingga penyempurnaan karya ilmiah.
Pada kompetisi tersebut, babak final diawali dengan presentasi seluruh finalis sesuai subtema. Selanjutnya dipilih satu peraih Gold Medal dari masing-masing kategori untuk bersaing memperebutkan gelar juara umum. Melalui karya Reinventing Ikan Salai Patin, tim UIN Suska Riau berhasil masuk jajaran sembilan besar nasional dan akhirnya keluar sebagai Juara Umum.
Bagi Duta prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena berhasil mengharumkan nama daerah, program studi, dan universitas. “Prestasi ini bukan hanya milik tim kami, tetapi juga milik UIN Suska Riau dan Provinsi Riau. Kami berharap inovasi-inovasi ini dapat dikembangkan bersama pemerintah, akademisi, tokoh adat, dan generasi muda sehingga benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dia juga mengajak mahasiswa untuk tidak ragu mengikuti kompetisi karya tulis ilmiah. “Jangan hanya menulis sebuah karya untuk lomba. Dalami masalahnya, lakukan riset, hadirkan solusi yang realistis, dan pikirkan bagaimana gagasan itu dapat direalisasikan. Esai yang baik adalah esai yang mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.”
Keberhasilan ini sekaligus mempertegas komitmen mahasiswa UIN Suska Riau dalam menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal sebagai solusi atas berbagai tantangan pembangunan. Melalui gagasan-gagasan seperti KATUKPOLI, Reinventing Ikan Salai Patin, ECO-BALIMAU KASAI, dan Calempong Oguong, generasi muda menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan Indonesia yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.***









