BERTUAHPOS — Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, mengaku tersinggung dengan candaan komika Pandji Pragiwaksono yang menyinggung budaya Toraja. Ia menilai lelucon tersebut melukai perasaan masyarakat Toraja dan mencederai nilai-nilai kebudayaan Indonesia.
“Ini sesuatu yang benar-benar menyinggung kami orang Toraja. Jadi ini harus menjadi pembelajaran bagi para pekerja seni, khususnya pelawak atau komika,” kata Frederik, dikutip dari detikSulsel, Senin, 3 Oktober 2025.
Menurutnya, budaya adalah bagian penting dari identitas bangsa yang tidak sepatutnya dijadikan bahan olok-olok. Ia mengingatkan bahwa negara bahkan memiliki Kementerian Kebudayaan sebagai bukti penghargaan tinggi terhadap warisan budaya.
“Di Indonesia ada Kementerian Kebudayaan, itu menunjukkan penghargaan yang tinggi terhadap budaya, maka jangan jadikan budaya bahan lelucon,” ujarnya tegas.
Ketua DPC Partai Gerindra Toraja Utara itu menegaskan, kebebasan berekspresi dalam seni harus tetap menghormati batas etika dan tidak menyinggung unsur SARA maupun budaya tertentu. Ia berharap para seniman lebih berhati-hati sebelum melontarkan materi yang sensitif.
“Khusus kepada saudara Pandji, Anda itu orang yang cerdas. Mestinya tidak membuat blunder apalagi membawa SARA dalam lawakannya. Jadi riset dulu lah, dan hargai budaya,” tambah Frederik.
Sebagai bentuk pembelajaran, Frederik mengundang Pandji untuk datang langsung ke Toraja Utara. Ia ingin Pandji melihat dan memahami budaya Toraja secara langsung agar tidak lagi salah dalam penyampaian.
“Kami di Toraja Utara mengundang Pandji supaya lebih mengenal budaya Toraja. Saya siap mengajak berkeliling, tidak benar bahwa kami seram. Ajak komika lain juga untuk tahu budaya Toraja yang sebenarnya,” tutupnya.***









