• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 2): Kelahiran Rusydiyah Club yang ‘Misterius’ dan Misi Pemberontakan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 Agustus 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Tak ada yang tahu pasti kapan Rusydiyah Club dilahirkan. Hanya banyak perkiraan mencuat sebagai penguat kalau organisasi ini benar ada dan sangat ditakuti oleh pemerintah Belanda di Tanjungpinang. Beberapa referensi yang ditelusuri, kecenderungan hanya sebuah berkiraan keberadaan organisasi ini dan menduga mereka pernah eksis pada tahun 1800-an.

Lalu mengapa ada Rusydiyah Club? Apa makna yang terkandung dalam nama Rusydiyah Club, sepintas nama ini seperti nama seorang perempuan? Lalu mengapa kelompok cendikiawan ini menjadi organisasi politik yang begitu masif? 

Ahmad Dahlan, dalan bukunya berjudul: Sejarah Melayu juga berusaha melakukan penelusuran jejak-jejak keberadaan kelompok organisasi Rusydiyah Club. Nama organisasi ini berasal dari gabungan 2 kata dalam dua bahasa. “Rusydiyah” atau “Roesidijah” dari bahasa Arab: cerdik-cendikia. Sedangkan “club” bermakna: perkumpulan atau perhimpunan, berasal dari belanda yang mencerminkan anggota perkumpulan ini berhaluan maju dan terbuka.

“Apalagi ketika itu, Pulau Penyengat menjadi sentrum perkumpulan ini letaknya, menurut bahasa Dahlan, hanya sepandang mata dari Tanjungpinang sebagai pusat pemerintahan Belanda di Riau,” kata Abu Hassan Sham dalam bukunya: Kelab Rusydiyah, Sebuah Perkumpulan Cendikiawan Melayu Riau, yang diterbitkan tahun 1979.

Abu Hassan menuturkan penggunaan bahasa Arab dalam kata tersebut jelas karena pengaruh bahasan ini sangat kuat dalam kehidupan kaum intelektual di kerajaan Riau-Lingga. Bahasa Arab menjadi bahasa nomor 2 penting setelah bahasa Melayu. Apalagi sebagian besar orang-orang di dalam organisasi ini fasih bahasa Arab.

“Hingga kini, belum ditemukan bahan sumber yang dapat menjelaskan dengan pasti kapan Rusydiyah Club didirikan,” tulisnya dalam buku itu.

Namun menjadi menarik untuk ditelisik lebih jauh, jika melihat dari komposisi keanggotaannya yang terdiri tokoh-tokoh terkenal seperti Raja Ali Kelana, Raja Khalid Hitam, Raja Haji Muhammad Tahir Said Syekh al-Hadi, kata Abu Hassan, diperkirakan perkumpulan ini didirikan pada akhir abad ke 19, atau sekitar tahun 1980-an.

Asosiasi Profesor, Timothy P Bernard pernah menulis sebuah jurnal dengan judul: Taman Pengiburan, Entertaiment and the Riau Elite in the Late 19th Century, yang diterbitkan tahun 1994. Di situ Bernard juga memperkirakan perkumpulan Rusydiyah Club eksis kurang lebih selama 10 tahun, sejak 1895-1905. Namun aktivitas para anggota perkumpulan ini masih terlihat hingga menjelang tahun 1913.

“Dari perkumpulan para cendikiawan organisasi ini berubah menjadi perkumpulan politik yang menentang kolonialisme. Ini sebuah corak pergerakan nasionalisme lokal dan perlawanan anti-kolonial awal yang sangat terorganisir,” sebut Ahmad Dahlan dalam tulisannya. 

Baca: Edisi Khusus HUT RI 73 (Bagian 1): Mengenal Rusydiyah Club

Dia menjelaskan, sejak awal abad 20 Rusydiyah Club sudah mulai mengawasi secara kritis langkah-langkah politik yang dibuat oleh Residen Riau, dan membuat berbagai siasat guna memicu kemarahan dan sengaja merisaukan pemerintah Belanda di Tanjungpinang. 

Rusydiyah Club, menurut pemikiran Dahlan, sudah sepatutnya dicatat sebagai sebuah organisasi modern tertua di Indonesia, jika dilihat dari bentuk organisasi ini, susunan kepengurusannya sudah sangat terstruktur secara rapi, layaknya sebuah organisasi modern. 

Bahkan awal abad ke 20, tokoh-tokoh terkemuka organisasi ini menjadi penggerak utama dalam perlawanan terhadap politik kolonial di Kerajaan Riau-Lingga. Pemerintah Belanda menyebut kelompok mereka dengan sebutan verzet perty, sebuah kelompok atau partai pemberontak (perlawanan). Dengan tokoh utamanya adalah gabungan orang-orang penting di perkumpulan ini, seperti Raja Ali Kelana, Raja Muhammad Tahir, Raja Khalid Hitam, Raja Abdurrahman Kecik dan Tengku Besar atau calon Sultan Kerajaan Riau-Lingga. 

“Sejak itu pula mereka para anggota Rusydiyah Club sudah telah mengawasi secara kritis langkah-langkah politik yang dibuat oleh Residen Riau, dan membuat berbagai siasat yang memicu kemarahan pemerintah Hindia-Belanda,” sambungnya. (bpc3)

Bersambung ke bagian 3…

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing
Lifestyle

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

...

Read moreDetails
Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Next Post

Edisi Khusus Kemerdekaan (Bagian 3): Pidato Politik yang Mengegerkan dan Gerakan Politik Menentang

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.