Bahaya Negatif Game Online Bagi Psikologi Anak

Rabu, 13 Agustus 2014 07:54

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA — Setelah sebelumnya dibahas tentang efek negatif bagi kesehatan anak dari game online point blank, Untuk artikel kali ini, akan dibahas hal serupa tapi dari sisi psikologisnya. Yaitu, efek negatif secara psikologis bagi anak-anak yang keranjingan bermain game online. 

 
Bukan hanya bagi kesehatan anak, game ini juga berbahaya bagi perkembangan psikologi anak. Berikut diantaranya :
 
1. Anak jadi kecanduan game oline
Menjadi maniak game mungkin “nasib” yang sedang mengintai anak yang terbiasa bermain game online. Kenapa ? Sebab, mayoritas game yang beredar saat ini memang dirancang untuk hal itu.
 
Bagi seorang anak, game via internet mungkin hanya sekedar permainan belaka. Namun bagi produsen dan korporasi, game online adalah bisnis yang menggiurkan. Semakin banyak yang kecanduan game online, bisnis semakin diuntungkan. Pelanggan meningkat, penjualan meningkat, untung pun jadi berlipat.
 
Sayang sekali, keuntungan itu diperoleh dengan meninggalkan bahaya game tersebut bagi perkembangan psikologis seorang anak berupa kecanduan game online.
 
2. Mendorong perilaku negatif
Bila sudah kecanduan game online, apapun bisa dilakukan termasuk melakukan hal negatif. Demi game ini misalnya, seorang anak bisa bolos sekolah, menyelewengkan uang SPP/uang bayaran sekolah, mengambil uang teman dan lain-lain. Jumlahnya mungkin tidak banyak, namun tetap saja memprihatinkan.
 
3. Emosional dan mudah marah
Para maniak game online sering emosional dan mudah marah. Gampang berucap kasar dan kotor, terutama bila gagal menaklukan “lawannya” di layar monitor, atau game terhenti ditengah jalan. Dari sudut pandang psikologi, sering emosional dan mudah marah tidak baik bagi perkembangan seorang anak.
 
4. Prestasi belajar menurun
Asik bermain game membuat anak sering lupa waktu. Sehingga banyak aktifitas yang seharusnya dilakukan jadi terganggu. Misalnya salat lima waktu, belajar, mengerjakan PR sekolah, tugas kuliah, merapikan kamar dan lain-lain. Bahkan disaat melakukan aktifitas seperti itu pun kadang-kadang pikiran mereka masih melamunkan permainan online itu. Akibatnya prestasi belajar anak menurun.
 
5. Pemborosan keuangan
Termasuk juga dalam bahaya game online adalah pemborosan keuangan. Misalnya untuk membiayai rental komputer di warnet serta membeli gold, poin, voucer, karakter atau apapun namanya yang nilainya tidak sedikit. Bila bermain game via internet di rumah, maka perlu dana untuk koneksi internet dan perangkat komputer dengan spesifikasi tertentu yang dibutuhkan game tersebut.
 
Akhirnya, makna “bermain” bagi seorang anak tujuannya adalah menciptakan suasana positif, gembira, ceria, kolektifitas bersama teman dan lain-lain. Jika sebuah permainan atau game justru mengakibatkan hal negatif atau sebaliknya, maka orang tua harus mewaspadainya. (Aktual)
 

Game online misalnya. Kita perlu mengenal dan mengetahui bahaya dari game ini. Jangan sampai anak-anak kita atau adik-adik kita justru terperangkap dalam dampak negatif game online tersebut