Aksi Borong Saham Jelang Penutupan Bikin IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Rabu, 17 April 2013 21:31

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara tidak terduga mampu mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Aksi borong saham jelang penutupan mendorong IHSG naik tinggi.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 9.730 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.715 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG bertambah 4,836 poin (0,10%) ke level 5.004,588 setelah dapat kabar baik dari bursa global dan regional. Secara perlahan indeks terus menanjak di zona hijau.

Sempat naik cukup tinggi di awal perdagangan, IHSG langsung terkena tekanan jual. Rencana naiknya harga BBM subsidi bisa mendorong inflasi di dalam negeri.

Baca: Lawan Persib Hari Ini, PSPS Sertakan 16 Pemain Lokal dan 3 Pemain Asing

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 14,119 poin (0,28%) ke level 4.985,633 setelah pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi. Aksi jual pun ramai terjadi.

Pelaku pasar khawatir naiknya harga BBM subsidi bisa mendorong inflasi serta beban operasional emiten. Tingginya beban ini ujung-ujungnya berpengaruh terhadap laba perusahaan terbuka.

Indeks pun langsung jatuh ke posisi terendahnya di 4.977,503 sebelum akhirnya bisa balik arah ke teritori positif berkat aksi beli selektif. Menjelang penutupan perdagangan, indeks pun bergerak fluktuatif.

Menutup perdagangan, Selasa (30/4/2013), IHSG menanjak 34,319 poin (0,69%) ke level 5.034,071. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,685 poin (1,02%) ke level 857,120.