PERKEMBANGAN peradaban manusia dari zaman ke zaman sangat bergantung pada perdamaian. Perdamaian menjadi kebutuhan mendasar bagi seluruh bangsa dan lintas agama.
Ini sejalan dengan perintah Tuhan Yang Maha Esa.
Dengan perdamaian, kehidupan menjadi tenteram dan damai. Berbagai kebutuhan hidup dapat terpenuhi sesuai hak asasi manusia.
Perdamaian juga memungkinkan manusia untuk saling mengenal potensi dan peran masing-masing, menciptakan kesejahteraan, serta membangun harmoni dalam berbagai bidang kehidupan.
Dalam Al-Qur’an, Surah Al-Hujurat ayat 13, Allah SWT berfirman:
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan, lalu Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.
Ayat ini mengajarkan bahwa perbedaan suku dan bangsa diciptakan untuk saling mengenal, bukan untuk memicu konflik.
Oleh karena itu, dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika, mari kita terus berjuang menjaga harmoni antarumat dan bangsa.
Semangat Bhinneka Tunggal Ika untuk Perdamaian Dunia
Dengan semangat yang tulus, kita berupaya mewujudkan cita-cita mulia, bagaikan cahaya yang menerangi kegelapan dan membawa harapan.
Kerja sama yang harmonis antara kerajaan dan kesultanan di Nusantara, serta kolaborasi dengan pihak lain seperti Kerajaan Prusia, diharapkan dapat memperjuangkan kesejahteraan rakyat dan membangun peradaban mulia.
Keberlanjutan perjuangan ini harus terus digelorakan dengan jiwa Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Kita berkomitmen untuk mewujudkan perdamaian, kemanusiaan, dan kesejahteraan, sambil menjunjung tinggi hak asasi manusia.
Tujuannya adalah menciptakan harmoni antarnegara di dunia dalam tatanan universal.
Harapan untuk Keadilan dan Kesejahteraan
Harapan akan keadilan dan kesejahteraan dapat terwujud melalui perjuangan membangun nilai-nilai peradaban mulia. Al-Qur’an dan sunnah para nabi menjadi pedoman utama bagi umat manusia untuk memajukan Indonesia dan dunia.
Pedoman ini mengajarkan kita untuk hidup adil, ikhlas, dan bijaksana, bagi kesejahteraan dan kemakmuran yang merata bagi penghuni planet bumi kita, sebagaimana Tuhan Allah, berfirman dalam qs. Al- Hasyr : 7.
Apa saja (harta yang diperoleh tanpa peperangan) yang dianugerahkan Allah kepada Rasul-Nya dari penduduk beberapa negeri adalah untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan. (Demikian) agar harta itu tidak hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu terimalah. Apa yang dilarangnya bagimu tinggalkanlah. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.
Kerja sama harmonis antarpihak, baik di dalam negeri maupun dengan dunia internasional, diharapkan dapat melahirkan pemimpin yang adil dan sejati.
Pemimpin ideal adalah mereka yang konsisten antara perkataan dan perbuatan, matang dalam berpikir, tulus dalam memberi, serta bijak dalam berbagi.
Dengan kepemimpinan seperti ini, cita-cita rakyat yang adil dan sejahtera dapat tercapai.
Pancasila sebagai Panduan Bangsa
Pancasila adalah falsafah bangsa Indonesia yang menjadi panduan utama di Bumi Pertiwi. Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila mampu menciptakan harmoni antarbangsa di dunia.
Mari kita wujudkan peradaban mulia yang menjunjung perdamaian, keadilan, dan kesejahteraan untuk semua.***
Penulis: Prof. Dr. Syekh. Sofyan Siroj Abdul Wahab, Ph.D | Datuk Setia Amanah, Kesultanan Diradja Airtiris Melayu Kampar- Riau Indonesia.
Simak tulisan lainnya di Opini









