• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 23, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ketika Media ‘Terpapar’ Wabah Virus Covid 19

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
26 Mei 2020
Share on FacebookShare on Twitter
Oleh : M. Joni Paslah
Editor & Kreator di Bertuahpos.com

 

Kemudian, dalam Majalah Tempo edisi 13 sampai dengan 19 April 2020. Dengan judul Wabah PHK, seolah jawaban ironi dari wabah corona. Dan memang, hal itu dijawab langsung dengan keterangan judul caption “Covid 19 mengempaskan dunia usaha, jutaan buruh terancam dipecat”. Jadi, masih seputar wabah virus yang menjadi ‘sumbangsih’ dalam memperkaya bahasa jurnalistik, sekaligus memperkaya bahasa Indonesia.

———

Sudah sejak Maret 2020 lalu, Indonesia menjadi ‘mangsa’ pendemi Corona alias Covid 19. Satu wabah virus yang sudah membuktikan dirinya menjadi virus yang menghantuai, karena Indonesia menjadi negara ke sekian yang sudah terpapar virus ini. Sebut saja, Itali, Cina,Amerika, dan Spanyol. Adalah Wuhan Cina (Tiongkok) yang menjadi biang keladi pertama mewabahnya virus yang tak kenal gender, tak kenal ras, tak kenal suku, agama, tua, muda, bahkan tak kenal menyerah dan malah menambah jam ‘terbangnya’ ke berbagai negara.

Tapi ada yang bilang pula sebagai konspirasi, ada yang bilang awal dari perang dunia ketiga, dan banyak lagi spekulasi pemikiran yang beredar di media massa, terutama media sosial. Namun di sini kita tidak akan membahas perihal tersebut. Yang jelas masih berhubungan dengan Covid 19. Hanya saja kita akan mengarah pada tema, bagaimana langkah pengguna bahasa jurnalistik (jurnalis/reporter/wartawan) dalam mengemas berita, namun sekaligus menguatkan Bahasa Indonesia.

Maka penulis tertarik membahasnya dari penulisan beberapa artikel seputar Covid 19, yang dimuat dalam beberapa Majalah Tempo beberapa waktu lalu. Kenapa artikel ini jadi pilihan, karena artikel tentang Covid 19 ternyata fenomenal saat menyentuh sendi-sendi kehidupan suatu bangsa dan negara, hingga masyarakat sampai yang personal sekalipun. Yang kedua, Covid 19 adalah bahan ‘gorengan baru’ media (barang lama bungkus baru).

Selain menyampaikan informasi, khalayak atau netizen bagi yang bertumpu pada media sosial, para jurnalis seakan berlomba menyajikan informasi Covid 19 ini selengkapnya. Baik mengenai ciri dan karakternya, bagaimana ia menyerang manusia, bagaimana menghambat geraknya, bagaimana cara mengobat dan mengantisipasi virus apabila sudah menyerang tubuh. Lebih menarik lagi bagaimana Covid 19 mengubah pola hidup semua orang, sosial, politik, budaya, pendidikan, lingkungan dan kesehatan.

Karena itulah tema ini tepat sekali untuk melihat bagaimana bahasa jurnalistik kembali menguatkan Bahasa Indonesia. Bahwa bahasa jurnalistik akan selalu memperkaya kosa kata Bahasa Indonesia, atau absobrsi bahasa asing dimaknai dalam bahasa Indonesia menjadi ‘gorengan’ yang lezat, untuk saling menguatkan antara bahasa falsafah ( sebagai bahsa potensial) dengan bahasa kinetis. Layaknya antara energy potensial dan energy kinetis. Kenapa pula Majalah Tempo menjadi sampel, tak lebih karena menurut penulis, majalah ini salah satu rujukan bagi (terutama) wartawan lokal dalam menulis dan menyajikan laporan jutrnalistik.

Dari majalah ini pulalah banyak lahir penulis penulis handal. Untuk itu, penulis mengambil beberapa sampel majalah Tempo yang menarik dalam mengulas Covid 19 ini. Kita mulai dari Majalah Tempo edisi 9-15 Maret 2020. Dengan judul Tergagap Corona. Di sini diulas bagaimana sektor pariwisata, yang menjadi salah satu andalan Indonesia di manca negara tersungkur, diterpa badai Covid 19. Dengan mengambil sampel lokasi kunjungan wisatawan Tanah Lot, Tabanan, Bali, tanggal 16 Febuari 2020.

Dalam laporan utama ini disebutkan kalau General Maneger Hotel Infinity8 Nusa Dua Bali, telah kehilangan jumlah turis asal Cina sebanyak 25 persen. Ditambah dengan turis asal Amerika dan Eropa. Ditambahkan juga, turunnya jumlah turis di Lombok NTB. Singkat cerita, Sekjend Asosiasi Travel Agent Indonesia, Pauline Suharno, mengatakan kalau sejak awal Maret 2020, sejumlah travel agent di Indonesia telah merumahkan karyawannya. Karena biaya pemasukan jauh lebih kecil dari biaya operasional. Sebanyak 298,5 milyar katanya akan digelontorkan pemerintah untuk sektor pariwisata.

Dalam liputan ini juga diulas bagaimana sektor pertanian terimbas, seperti pengadaan bawang putih yang katanya harus diimpor. Tulisan yang berkaitan dengan absorbsi istilah asing yaitu kutipan ungkapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tentang panic buying, yang dimaknai oleh jurnalis Tempo sebagai kepenikan publik (kepanikan masyarakat dalam membeli barang yang mulai langka di pasaran). Pada edisi ini, dari kat a-kata panic buying sebagai pilihan kata jurnalis yang dimaknai kepanikan public, merupakan asupan bagi bahasa Indonesia. Sebagai induk bahasa yang digunakan para jurnalis.

Berikutnya Majalah Tempo edisi 23 sampai dengan 29 Maret 2020, yang bertajuk Darurat Covid 19 pada cover. Ulasan laporan utama berkisar seputar bagaimana petugas kesehatan (dokter dan perawat) berjibaku dalam memberikan penanganan pasien Covid 19. Dengan judul kecil Mereka yang Bertaruh Nyawa. Dalam caption sebuah poto yang diambil, menyebutkan kalau para petugas medis membersihkan tangannya usai memeriksa pasien suspect virus Corona, di ruang isolasi RSUD Dumai, Riau, 5 Maret 2020. Kata serapan suspect virus dimaknai menjadi orang yang terinveksi virus. Ini kemudian satu lagi menambah khasanah bahasa Indoneia lagi. Tambahan ada istilah Corona Ngedrop, yang ingin menjelaskan perlawanan imun tubuh terhadap virus corona.

Kemudian, dalam Majalah Tempo edisi 13 sampai dengan 19 April 2020. Dengan judul Wabah PHK, seolah jawaban ironi dari wabah corona. Dan memang, hal itu dijawab langsung dengan keterangan judul caption “Covid 19 mengempaskan dunia usaha, jutaan buruh terancam dipecat”.

Jadi, masih seputar wabah virus yang menjadi ‘sumbangsih’ dalam memperkaya bahasa jurnalistik, sekaligus memperkaya bahasa Indonesia.

Dalam uraian majalah edisi Wabah PHK ini, jurnalis Tempo menggunakan kata ‘dirumahkan’ dan ‘merumahkan’ sebagai pengganti PHK seperti yang tercantum pada cover. Seperti pada kalimat:

Sudah sepeken lebih bengkel PT Ganding Toolsindo di Bekasi Jawa Barat, lengang. Seratusan karyawan dirumahkan dari workshop bahan setengah jadi knalpot sepeda motor tersebut. Kontrak beberapa pegawai yang habis, tak diperpanjang. Sejak Jumat, 3 April lalu, industri kecil menengah (IKM) pemasok suku cadang pabrik otomotif itu benar-benar stop.

Sementara itu dalam sebuah paragraph lain di akhir tulisan, jurnalis Majalah Tempo menuliskan:

Industri otomotif hanya satu dari sejumlah kluster industri manufaktur yang terpaksa merumahkan pekerjanya akibat lesunya bisnis di masa pandemi. Kondisi industri tekstil, yang setahun terakhir bersaing dengan produk impor yang membanjir, misalnya, tak lebih baik. Arus kas banyak perusahaan tekstil makin berdarah-darah akibat turunnya PT Citra Sandang Textile atau Cisatex salah satunya.

Ada beberapa kata lagi yang melengkapi kalimat di atas, sebagai penjelasan majas merumahkan, yaitu masa pandemic dan berdarah-darah. Keduanya saling berkelindan untuk menjelaskan mengapa muncul istilah ‘merumahkan’ pekerja akibat lesunya bisnis. Dari 3 terbitan Majalah Tempo ini, bisa dikatakan kalau pekerja jurnalistik melakukan penyerapan bahasa asing yang sering digunakan dokter dan petugas medis dalam menjelaskan detil wabah virus corona dan akibat yang ditimbulkannya.

Kata-kata itu dipakai jurnalis untuk menjelaskan suatu peristiwa yang dirangkum dalam sebuah artikel tulisan informative sekaligus edeukatif, demi menggunakan bahasa Indonesia yang baku alias EYD. Sehingga ada beberapam karakter bahasa jurnalistik yang menguatkan bahasa Indonesia:

Pertama
: bahwa bahasa jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita, yang juga disebut bahasa komunikasi massa. (language of mass communication), bahasa yang digunakan dalam komunikasi melalui media massa, baik komunikasi lisan, elektronik, dengan ciri khas singkat, padat, dan dipahami.

Kedua: bahasa jurnalistik didasarkan atas kesadaran terbatasnya ruang dan waktu. Salah satu sifat dasar jurnalisme menghendaki kemampuan komunikasi cepat dalam ruangan serta waktu yang terbatas.
Ketiga: satu catatan tentang salah satu ciri bahasa jurnalistik, bahwa pengguna bahasa jurnalistik (khususnya jurnalis yang sudah memenuhi uji kompetensi wartawan) harus menghindari betul serapan kata dan istilah asing.

Kenapa ini penting, Karena alasan sederhana, para pembaca, pendengar dan penonton, harus tahu arti dan makna kata yang dibaca, didengar, dan ditonton. Dan rambu-rambu ini benar-benar harus diikuti jurnalis, sebelum harus melakukan penyerapan istilah asing.

Berdasarkan sejarah bahasa Indonesia, tidak sedikit kata yang sudah menjadi bahasa Insonesia, paling banyak dari bahasa Sangsekerta dan Arab. Sebut saja, balairung, gapura, almanak, gubernur, provinsi, dan sebagainya. Intinya dalam tulisan ini ingin mengingatkan semua pihak, kalau bahasa jurnalistik sama halnya dengan fungi Bahasa Indonesia itu untuk pemersatu bangsa. ***

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah Ruang Setara
Berita Video

Inilah Ruang Setara

...

Read moreDetails
4 Khasiat Buah Sukun untuk Kesehatan, Buah Tropis Mirip Buah Nangka

4 Khasiat Buah Sukun untuk Kesehatan, Buah Tropis Mirip Buah Nangka

Begini Cara Merawat Earphone TWS agar Awet Tahan Lama

Begini Cara Merawat Earphone TWS agar Awet Tahan Lama

4 Serum Avoskin Mengatasi Masalah Pori-Pori Besar di Wajah

4 Serum Avoskin Mengatasi Masalah Pori-Pori Besar di Wajah

6 Pilihan Sepatu Onitsuka Tiger Wanita dengan Material Berkualitas Lengkap Harganya

6 Pilihan Sepatu Onitsuka Tiger Wanita dengan Material Berkualitas Lengkap Harganya

Honor Resmi Meluncurkan Honor Win RT2 dan Honor Win Turbo2, Intip Spesifikasi dan Harganya

Honor Resmi Meluncurkan Honor Win RT2 dan Honor Win Turbo2, Intip Spesifikasi dan Harganya

Next Post

Kurikulum Darurat untuk Madrasah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.