BERTUAHPOS – Hasto Kristiyanto masih berpeluang kembali jadi Sekjen PDIP.
Rangkap jabatan yang dilakukan Megawati Soekarnoputri — Ketum dan Sekjen PDIP — bertujuan untuk meredam situasi politik yang memanas, kata Analis politik Pangi Syarwi Chaniago.
Sejak Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai tersangka, ada upaya sistematis dan terstruktur untuk mendorong pergantian sekjen.
Tapi Megawati sudah bisa mencium manuver semacam itu “Karena jam terbangnya yang tinggi.”
“Rangkap jabatan itu langkah Megawati untuk meredam tensi politik,” ujarnya, dilansir dari inilah.com, Selasa, 5 Agustus 2025.
Duet Megawati dan Hasto selama ini terbukti mampu menjaga stabilitas dan memperkuat konsolidasi internal partai.
Manuver Megawati merupakan “taktik politik” untuk “mengecoh” pihak-pihak eksternal yang ingin menitipkan nama sebagai sekjen pengganti.
“Sejak Hasto ditetapkan sebagai tersangka, operasi politik dari luar sudah mulai berjalan. Tapi mereka gagal.
Megawati tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini. Upaya memasukkan sekjen pesanan tidak berhasil,” kata Pangi.
Adapun pihak luar yang dimaksud, adalah mereka yang mencoba masuk dan ingin menggeser sikap politik PDIP terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, dan keluarganya.
“Mereka ingin Sekjen di PDIP lebih lunak kepada Jokowi.”
Tapi strategi itu gagal total. Megawati bukan politisi kemarin sore. Dia sangat piawai membaca arah angin politik lawan. Terutama di kasus Hasto Kristiyanto.***









