BERTUAHPOS — Sejumlah pihak menyesalkan respons petugas keamanan kampus yang dinilai membiarkan insiden pembacokan terhadap seorang mahasiswi di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska Riau, Kamis, 26 Februari 2026. Peristiwa itu memicu kritik di dunia maya karena terjadi di lingkungan kampus saat aktivitas perkuliahan berlangsung.
Foto dan video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan korban, Farrah, tergeletak bersimbah darah. Dalam rekaman yang sama, terlihat seorang pria bernama Raihan memegang sebilah kapak di lokasi kejadian.
Dalam video tersebut, petugas keamanan kampus tampak berdiri di sekitar lokasi tanpa segera mengambil tindakan tegas untuk melumpuhkan pelaku atau mengamankan situasi. Sikap itu memunculkan anggapan publik bahwa petugas tidak sigap menangani insiden kekerasan tersebut.
Menanggapi hal ini, Juru Bicara UIN Suska Riau Rhonny Riansyah mempertegas bahwa pihak kampus akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan, menyusul beredarnya video insiden yang viral di media sosial.
Rhonny Riansyah, menegaskan pihak kampus merespons serius kritik yang muncul. “Kami pasti akan meninjau ulang standar operasional prosedur (SOP) pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang,” ujarnya.
Namun di sisi lain, menurut Rhonny, peristiwa itu terjadi secara cepat dan mendadak sehingga sempat mengejutkan banyak pihak di lokasi. Termasuk petugas keamanan harus mengambil tindakan kehati-hatian karena pelaku saat itu terlihat begitu menakutkan.
“Kami rasa petugas sudah berupaya menangani situasi. Namun, kondisi saat itu mengharuskan penanganan dilakukan secara terukur agar tidak menimbulkan risiko lebih besar,” jelas dia.
Rhonny menambahkan, secara umum respons awal petugas sudah sesuai dengan standar prosedur. Meski begitu, evaluasi tetap menjadi langkah penting sebagai bagian dari perbaikan sistem keamanan kampus ke depan.***









