BERTUAHPOS.COM – Ratusan mahasiswa BEM Universitas Riau menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Riau, Rabu 12 Agustus 2026, menuntut pencairan beasiswa dan perbaikan infrastruktur. Aksi diwarnai ketegangan saat massa berusaha menerobos barikade aparat kepolisian.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNRI Kritisi Pemprov Riau (AMUK) membawa atribut keranda bertuliskan RIP serta spanduk bernada protes. Mereka mengecam pengabaian hak dasar pendidikan dan ketimpangan pengalokasian anggaran daerah.
“Kami meminta Pemprov Riau segera merealisasikan janji pendidikan gratis 12 tahun yang hingga saat ini belum terpenuhi sepenuhnya,” kata Sirajudin Akmal, salah seorang orator.
Ketegangan memuncak saat mahasiswa mencoba memaksa masuk ke area perkantoran yang dijaga ketat oleh polisi. Dorong-dorongan tak terhindarkan, namun situasi berhasil dikendalikan tanpa ada korban jiwa.
Massa aksi juga menyuarakan protes atas krisis tata kelola APBD, kerusakan ekosistem pesisir dan daratan, serta kehancuran infrastruktur jalan di Riau. Mereka menilai Pemprov Riau gagal mengelola keuangan daerah yang melimpah.
“Kami mendesak pemerataan pembangunan dan perbaikan infrastruktur pendidikan. Beasiswa yang dijanjikan harus segera dicairkan karena itu hak mahasiswa,” tegas Sirajudin. Ia menambahkan, mahasiswa tidak akan tinggal diam jika tuntutan diabaikan.
Pemerintah Provinsi Riau belum memberikan respons resmi atas aksi tersebut. Namun, sejumlah pejabat terlihat memantau dari dalam gedung sambil berkoordinasi dengan pihak keamanan.
Sirajudin kembali menekankan, “Aksi ini adalah korektif. Kami ingin Pemprov Riau segera bertindak nyata, bukan hanya janji. Jika tidak, kami akan turun lagi dengan massa yang lebih besar.” Peringatan ini disambut sorak-sorai pendemo.
Mahasiswa membubarkan diri menjelang sore setelah menyampaikan seluruh tuntutannya. Aparat keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi aksi susulan.
“Kami berharap aspirasi ini didengar. Pendidikan adalah hak konstitusional, dan kami akan terus mengawal janji-janji pemerintah,” tutup Sirajudin. Ia meminta Gubernur Riau segera menemui perwakilan mahasiswa untuk berdialog.









