• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, Oktober 4, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Menuju Malam Lailatul Qadar: Apa Itu I’tiqaf?

Romi J. by Romi J.
14 Mei 2020
110
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Selama bulan Ramadhan, khususnya di 10 malam terakhir Ramadhan, banyak orang yang melakukan i’tiqaf. Apa maksud dan tujuan i’tiqaf itu?

Menurut Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pekanbaru, Ustaz Akbarizan, i’tiqaf pada dasarnya bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW sendiri telah mencontohkan untuk beri’tiqaf.

“Walau sebenarnya i’tiqaf itu tidak hanya dilakukan dalam bulan Ramadhan. Namun, jika dilakukan di bulan Ramadhan, tentu lebih afdhal lagi. Apalagi kita bertujuan untuk mendapatkan malam lailatul qadar,” jelas Ustaz Akbarizan kepada bertuahpos.com.

Untuk mendapatkan malam lailatul qadar itu, lanjut Ustaz Akbarizan, maka i’tiqaf dilakukan di waktu yang menurut Rasulullah lailatul qadar itu ada. Kalau bisa, beri’tiqaflah selama malam bulan Ramadhan.

“Kalau tidak bisa dilakukan setiap malam, kata Rasulullah, lakukanlah i’tiqaf di malam-malam ganjil. Malam ke-1, malam ke-3, malam ke-5, hingga malam ke-29,” tambah dia.

Jika masih tidak bisa melakukan i’tiqaf di malam-malam ganjil, maka ambillah di sepertiga terakhir malam Ramadhan, yaitu 10 malam terakhir. Artinya, mulai beri’tiqaf di malam 21, malam 22, malam 23, dan seterusnya.

“Kalau masih tidak bisa juga beri’tiqaf di 10 malam terakhir, maka beri’tiqaflah di malam ganjil 10 Ramadhan terakhir itu. Beri’tiqaflah di malam 21, 23, 25, 27, dan malam 29,” papar Ustaz Akbarizan.

“Itulah waktu-waktu kemungkinan malam lailatul qadar itu ada. Tapi kapan, Allah tidak sebutkan,” pungkasnya.

“Rasulullah SAW setiap bulan Ramadhan, Nabi Muhammad SAW melakukan i’tikaf sepuluh hari. Pada tahun beliau wafat, beliau melakukan i’tikaf 20 hari” (Hadist riwayat Bukhari).

“Rasulullah SAW selalu melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, sampai beliau dipanggil Allah SWT (wafat). Setelah Rasulullah SAW wafat, istri-istrinya meneruskan kebiasaan i’tikaf” (Hadist riwayat Aisyah ra.) (bpc2)

Tags: Itiqaflailatul qadarRamadhan
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Menjaga kualitas puasa
Islampedia

KAJIAN RAMADHAN: Mari Menjaga Kualitas Puasa Kita

...

Read moreDetails

Memaknai Rahmat Allah

Amalan Sedekah di Akhir Ramadan

BRI Salurkan Bingkisan Ramadhan ke Panti Sosial dan Masyarakat di Riau dan Kepri

Keistimewaan Malam Lailatul Qadar

Kapolsek Hulu Kuantan Berbagi di Bulan Berkah

Next Post

Dunia dalam Ancaman Krisis Kesehatan Mental

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.