Turki Cemaskan Kebangkitan Islamfobia

Selasa, 05 Januari 2021 15:03
Turki Cemaskan Kebangkitan Islamfobia

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Komunitas Muslim di Turki-Jerman mencemaskan kebangkitan islamfobia yang menyebabkan kejahatan rasial. 

Presiden asosiasi Turki-Muslim IGMG Kemal Ergun mengatakan kini semakin banyak masjid yang menjadi sasaran ancaman, vandalisme atau pembakaran dalam beberapa bulan terakhir.

Advertisement

Puluhan masjid pun menerima banyak ancaman bom oleh neo-Nazi atau kelompok ekstremis lainnya. Ini memicu kekhawatiran anggota komunitas. 

“Sedikitnya 122 masjid menjadi sasaran serangan semacam itu tahun lalu. Kami meminta aparat kepolisian untuk melakukan investigasi yang lebih efektif dan menangkap para pelaku penyerangan tersebut,” katanya, dilansir di Anadolu Agency, Selasa 5 Januari 2021.

Baca: Anak Berusia 2 Tahun Membunuh Ibunya

Ergun, yang memimpin salah satu organisasi Muslim Turki terbesar di negara itu, mengatakan Muslim mengalami lebih banyak permusuhan dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari mereka karena meningkatnya prasangka anti-Muslim.

Dia juga mengatakan wanita Muslim khususnya yang memakai jilbab sering dilecehkan secara verbal di jalan, dan insiden penyerangan fisik dilaporkan juga meningkat. Menurut angka resmi, polisi mencatat 632 kejahatan Islamofobia di Jerman dari Januari hingga November 2020.

Hal itu termasuk penghinaan, surat ancaman, gangguan praktik keagamaan, serangan fisik dan kerusakan properti. Angka sebenarnya diyakini lebih tinggi, karena banyak korban tidak mengajukan pengaduan pidana ke polisi, sebagian besar karena ketidakpercayaan mereka pada penegak hukum.

Durmus Yildirim, ketua ATIB, salah satu organisasi kebudayaan Muslim-Turki terbesar di Jerman, mengkritik politisi populis sayap kanan karena menghasut kebencian dan diskriminasi terhadap imigran dan Muslim.

“Kami ingin mengakhiri retorika rasis dan populis ini, upaya harus dilakukan untuk hidup berdampingan secara damai,” imbuhnya, yang juga menyerukan sikap yang lebih kuat terhadap kebencian anti-Muslim dan anti-Turki.

Yildirim mengatakan komunitas Turki yang berpenduduk 3 juta orang di negara itu tidak akan menyerah pada ancaman oleh kelompok dan partai sayap kanan. “Kami bagian dari Eropa, kami hidup bersama di sini. Generasi ketiga, keempat kami lahir dan besar di Jerman, itu juga menjadi tanah air kami,” ucapnya.

Sebagai negara berpenduduk lebih dari 80 juta orang, Jerman memiliki populasi Muslim terbesar kedua di Eropa Barat setelah Prancis. Di antara hampir 4,7 juta Muslim di negara itu, 3 juta berasal dari Turki.

Negara ini telah menyaksikan meningkatnya rasisme dan Islamofobia dalam beberapa tahun terakhir, yang dipicu oleh propaganda kelompok neo-Nazi dan partai oposisi sayap kanan AfD, yang telah berusaha untuk menimbulkan ketakutan terhadap Muslim dan imigran untuk memenangkan lebih banyak suara. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 17 Januari 2021 18:30

Menelaah Potensi Saham Otomotif 2021

#saham #otomotif

Minggu, 17 Januari 2021 16:34

Begini Kondisi Indeks Pembangunan Manusia Riau di Tahun Pandemi

#IPM #ruau #covid

Minggu, 17 Januari 2021 15:33

DKP Riau Akui Illegal Fishing Masih Hantui Perairan Rohil

#IllegalFishing #hukum #Laut #perikanan

Minggu, 17 Januari 2021 14:30

Cara Ustman Bin Affan Bersikap Dermawan

#UstmanBinAffan #Islampedia

Minggu, 17 Januari 2021 13:30

Paspor Jepang Terkuat di Dunia 2021, Kok Bisa?

#travelling #paspor #jepang

Minggu, 17 Januari 2021 12:32

Ekonomi Sulit, Protes Meletus, Warga Tunisia Marah

#Protes #tunisia #internasional