BERTUAHPOS.COM — Apple Inc. menggugat OpenAI atas dugaan pencurian rahasia dagang untuk mengembangkan perangkat keras kecerdasan buatan (AI) miliknya sendiri.
Gugatan yang diajukan di Pengadilan Distrik California Utara pada Jumat, 10 Juli 2026, itu menuduh OpenAI merekrut mantan karyawan Apple secara agresif demi memperoleh informasi produk-produk yang belum dirilis.
Raksasa teknologi asal Cupertino itu secara spesifik menyebut nama Tang Tan, yang merupakan Kepala Divisi Perangkat Keras OpenAI, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Desain Produk Apple.
Gugatan itu juga mengidentifikasi mantan insinyur perangkat keras iPhone, Chang Liu, yang bergabung dengan OpenAI pada Januari lalu.
“Di setiap tingkatan, mulai dari anggota staf teknis hingga kepala bagian perangkat keras, dan berkoordinasi dengan mitra bisnis, OpenAI telah mencuri rahasia dagang dan informasi rahasia Apple. Bisnis perangkat keras OpenAI yang baru berkembang kini bertumpu pada fondasi yang sangat goyah, busuk hingga ke intinya karena ketergantungan ilegal pada rahasia dagang yang disalahgunakan,” demikian pernyataan Apple dalam gugatan itu, dikutip dari Bloomberg Technoz, Sabtu, 11 Juli 2026.
Lebih dari 400 mantan pekerja Apple kini berada di OpenAI. Gelombang eksodus ini menciptakan ketegangan luar biasa di antara dua perusahaan yang sebelumnya terlibat kemitraan strategis.
OpenAI dengan tegas membantah seluruh tuduhan tersebut. Perusahaan rintisan yang berbasis di San Francisco itu menyatakan tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif.
“Kami tidak tertarik pada rahasia dagang perusahaan lain. Kami tetap fokus pada pengembangan teknologi inovatif yang memberdayakan orang di mana pun,” kata juru bicara OpenAI.
Apple mengklaim bahwa Liu secara diam-diam mengakses dan mengunduh puluhan file rahasia terkait perangkat keras saat mengembangkan produk OpenAI. Materi yang dicuri meliputi informasi rinci tentang produk yang belum dirilis, presentasi teknik, spesifikasi teknis, dan data proyek rahasia.
Apple juga menuding OpenAI secara aktif membimbing karyawan Apple yang akan mengundurkan diri tentang cara menghindari pemutusan hubungan kerja langsung. Metode ini memungkinkan mantan karyawan tetap mengakses informasi rahasia selama masa transisi dua pekan.
Kasus ini menandai keretakan dramatis di antara dua raksasa teknologi yang sebelumnya menjalin kerja sama erat. OpenAI telah memasok teknologi penting ke platform Apple Intelligence dan asisten digital Siri.
Kemitraan itu diumumkan pada Konferensi Pengembang Sedunia Apple dua tahun lalu. Kepala perangkat lunak Apple Craig Federighi saat itu menyebut OpenAI sebagai pelopor dan pemimpin pasar dalam bidang AI.
Namun, hubungan komersial seputar ChatGPT di Siri mulai memburuk secara signifikan. Bloomberg News melaporkan awal tahun ini bahwa OpenAI sedang mempertimbangkan opsi hukumnya sendiri terhadap Apple.
Perusahaan rintisan AI tersebut gagal melihat manfaat yang diharapkan dari kemitraan itu dan mempertimbangkan pengiriman pemberitahuan pelanggaran kontrak. Kedua perusahaan tidak pernah bermitra untuk mengembangkan perangkat keras meskipun telah bekerja sama dalam fitur AI pada iPhone.
OpenAI mengakuisisi io Products Inc. tahun lalu senilai 6,5 miliar dolar AS. Perusahaan rintisan perangkat AI itu didirikan oleh Tang Tan bersama mantan visioner desain Apple, Jony Ive, dan veteran desain Apple, Evans Hankey.
Apple mengatakan telah mencoba menyelesaikan perselisihan di luar pengadilan beberapa bulan lalu. Namun, OpenAI tidak menanggapi permintaan penghentian aktivitas dan penghapusan materi hak milik tersebut.
“Bukti signifikan telah muncul yang menunjukkan bahwa individu yang dipekerjakan oleh OpenAI secara tidak sah mengambil informasi rahasia dan konfidensial Apple mengenai teknologi, proses, dan produk kami yang belum dirilis,” kata Apple.
Litigasi ini menyoroti pentingnya perangkat AI generasi berikutnya bagi Silicon Valley. Apple, OpenAI, Meta Platforms Inc., dan lainnya berlomba mengembangkan gadget baru yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai pusat demi mempersiapkan masa depan pascaponsel pintar.
Apple sedang mengerjakan beragam perangkat mulai dari kacamata pintar, liontin, hingga AirPods berkamera. Seluruh upaya itu merupakan bagian dari adaptasi perusahaan terhadap era AI yang semakin kompetitif.
Apple menuntut OpenAI menghentikan praktik perekrutan agresif dan menghancurkan seluruh materi rahasia. Perusahaan itu juga meminta OpenAI mendesain ulang produk-produk mendatang agar tidak menyertakan teknologi hasil curian.
Eksekutif puncak yang bertanggung jawab atas upaya kacamata pintar Apple meninggalkan perusahaan bulan lalu untuk bergabung ke OpenAI. Perpindahan ini menjadi pukulan telak bagi Apple yang tengah mempercepat pengembangan perangkat AI generasi baru.









