• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sufi Cinta (1) : Putra Terpandai Bahauddin Walad

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 Februari 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Jalaluddin Rumi dikenal sebagai sufi cinta. Karya-karyanya indah menggelorakan jiwa. Sajaknya dikenal dimana-mana, termasuk tradisi tarian sufinya yang amat melegenda itu. Inilah kisah tentang sufi yang banyak mengilhami pemikiran para ahli ibadah di abad-abad lampau, yang akan dituangkan secara bersambung.

Jalaluddin Muhammad ar Rumi dilahirkan 6 Rabi’ul-awal tahun 604 Hijriyyah di Balkha, salah satu wilayah Afghanistan.  Ayahnya bernama Muhammad, yang bergelar Bahaudddin Walad. Seorang tokoh ulama dan guru besar di negeri ini, yang juga bergelar Sulthanul-Ulama.

Menurut catatan, nasab tokoh ini sampai pada Sayyidina Abu Bakr Ash-Shiddieq r.a. Semasa hidupnya, Bahauddin Walad dikenal hebat dan keras. Ia banyak melancarkan kritik terhadap ulama modern, terutama yang suka belajar dan mengajar ilmu akal. Alasannya, ilmu itu mengakibatkan kecenderungan berpaling dari al-Qur’an dan Hadist. Untuk itu, selain ada yang suka, banyak pula yang tidak suka.

Sebagai guru yang berkharisma besar, fatwa Bahauddin banyak didengar. Dimana-mana orang respek kepadanya. Namun, barangkali, justru itulah yang membuat beberapa ulama yang lain merasa iri. Mereka lalu mencoba melancarkan fitnah. Mengadukan Bahauddin Walad pada penguasa.

Sungguh pun demikian, simpati orang kepadanya tetap tidak berkurang. Pendapat dan fatwanya tetap dijadikan pedoman. Itu sebabnya penguasa waktu itu memberi isyarat, agar ia meninggalkan negeri itu sebelum bahaya yang lebih besar datang.

Akhirnya, Bahauddin bersama seluruh keluarga terpaksa hijrah. Dalam pengembaraan itu ia sempat singgah di berbagai kota. Dan ternyata ia mendapat sambutan hangat. Dimana-mana orang memberi hormat dan mengelu-elukan kedatangannya.

Alauddin Kaiqibad, seorang penguasa Rum yang sangat hormat kepadanya, mengajak Bahauddin tinggal. Ia pun memutuskan menetap di Kauniyah. Peristiwa itu terjadi tahun 626 Hijriyah. Di kota ini Syaikh Bahauddin hanya menetap dua tahun. Pada tahun 638 ia meningal dunia. Yang menggantikan posisinya, siapa lagi kalau bukan putranya yang pintar itu, Jalaluddin ar-Rumi.

Seorang penguasa bernama Badruddin Kahartasy kemudian membangunkan sekolah untuk Jalaluddin. Nama sekolahnya, Sekolah Khadawandakar. Sebagai direktur, Jalaluddin meneruskan jejak ayahnya dalam pengajaran dan pendidikan. Kendati jabatan yang cukup tinggi itu tidak menghalanginya untuk tetap belajar. Untuk memperluas cakrawala pengetahuan dan memperdalam ilmu. (jss/bersambung)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik
Teknologi

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

...

Read moreDetails
Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

Next Post

Sufi Cinta (2) : Menjadi Pemimpin Madrasah

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.