• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rawan Teror Bom, Pilpres Prancis Dijaga 50 Ribu Polisi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 April 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC) – Kantor salah satu calon presiden Prancis dilempar bom molotov. Kendati tidak menyebabkan jatuh korban jiwa, tetapi itu sudah cukup terlihat, bahwa Prancis rawan menjelang pemilihan presiden putaran pertama. Untuk itu, menjaga agar situasi kembali kondusif, 50 ribu polisi dikerahkan. Pasukan ini juga di-back-up personil tentara.

Menurut Menteri Dalam Negeri Prancis, Matthias Fekl, 50 ribu polisi itu akan diterjunkan untuk menjaga 67 ribu tempat pemungutan suara (TPS). Surat kabar Journal du Dimanche menyebut, pengerahan pasukan dalam jumlah besar ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi teror di hari pemungutan suara.

Menurut  Independent, Selasa (18/4/2017), rencana pengamanan pemilu juga mencakup penanganan kekerasan dari kelompok-kelompok ekstrimis. Tak hanya di putaran pertama, keamanan ketat juga akan diterapkan di putaran kedua.

Baca: AS Jatuhkan Bom, Saham Wall Street Anjlok

Badan intelijen Prancis sudah memperingatkan para calon presiden akan adanya potensi teror. Ancaman itu dimungkinkan akan ditujukan pada pribadi capres atau  kantorr mereka.

Dan itu sudah terjadi pada capres Marine Le Pen di Kota Paris. Kantornya diserang orang  tak dikenal dengan bom molotov. Kendati tidak menyebabkan kerusakan berat dan korban jiwa, tetapi teror ini membuat Pemerintah Prancis harus ekstra waspada.

Seperti diketahui, Prancis akan menyelenggarakan pemilu putaran pertama yang berlangsung  23 April. Sedang ntuk putaran kedua akan dilakukan 7 Mei 2017 mendatang. jss

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Air Tergenang, Ini Titik Macet di Beberapa Ruas Jalan di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.