Pulau Naoshima di Jepang semakin mempertegas posisinya sebagai destinasi seni dunia dengan diresmikannya Museum Seni Asia Kontemporer. Museum ini menampilkan karya seniman dari berbagai negara Asia dan dirancang oleh arsitek ternama Tadao Ando.
BERTUAHPOS — Sebuah karya seni tiga dimensi berbentuk karakter fiksi yang eksentrik. Mirip kartun. Namun terkandung makna simbolik.
Karya ini menggunakan warna-warna mencolok seperti merah, biru, dan kuning yang kontras dengan lantai kayu terang galeri, menciptakan kesan hidup dan imajinatif.
Pada di dinding belakang, terdapat lukisan panorama besar yang menampilkan lanskap imajinatif dengan perpaduan unsur alam dan fantasi: air terjun, laut, hewan, dan objek-objek menyerupai robot atau makhluk mitologis.
Karya tersebut menyuguhkan narasi visual yang kaya dan mengajak penonton menelusuri dunia khayalan sang seniman.
Ruang galeri ini sendiri tergolong minimalis, dengan pencahayaan fokus yang mengarahkan perhatian langsung ke karya-karya yang dipamerkan. Suasana ini menciptakan ruang yang hening namun penuh eksplorasi, di mana seni berbicara lewat bentuk, warna, dan cerita.
Pulau Naoshima di Prefektur Kagawa, yang dikenal luas sebagai “pulau seni” di Jepang, resmi membuka Museum Seni Baru Naoshima pada Sabtu, 31 Mei 2025. Karya seni di atas merupakan salah satu koleksi yang dipajang di galeri ini.
Dilansir dari Kyodo News, Minggu, 1 Juni 2025, museum ini menjadi destinasi terbaru yang didedikasikan untuk memamerkan karya-karya seni kontemporer dari seluruh Asia.
Museum yang dirancang oleh arsitek ternama Jepang, Tadao Ando, berdiri megah di puncak bukit dengan panorama langsung ke Laut Pedalaman Seto.
Memiliki konsep desain yang menyatu dengan alam, bangunan museum menampilkan dinding plester hitam dan pagar batu yang menciptakan suasana tenang dan elegan.
Struktur bangunannya rendah, dengan satu lantai di atas tanah dan dua lantai bawah tanah, serta empat galeri utama yang mengelilingi tangga bermandikan cahaya alami.
Pada hari pembukaan, museum ramai dikunjungi wisatawan dan keluarga, mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap destinasi baru ini.
Tidak hanya menambah kekayaan seni di wilayah tersebut, kehadiran museum ini juga memperkuat posisi Naoshima sebagai satu-satunya destinasi di Jepang yang masuk dalam daftar 25 tempat terbaik untuk dikunjungi tahun 2025 versi BBC.
Museum ini dikelola oleh yayasan yang didukung oleh Benesse Corp., perusahaan penyedia layanan pendidikan yang sejak tahun 1980-an berperan besar dalam pengembangan Naoshima sebagai pulau seni.
Dalam sambutannya di upacara pembukaan, Ketua Yayasan Hideaki Fukutake menyatakan bahwa museum akan terus berkembang dengan menghadirkan karya-karya baru dan menyegarkan pameran secara berkala.
“Salah satu kekuatan Museum Seni Baru Naoshima adalah sifatnya yang dinamis dan terus berubah. Ini memberi ruang bagi seniman Asia untuk memperkenalkan perspektif dan ekspresi kreatif yang beragam,” ujar Fukutake.
Pameran pembuka menampilkan karya dari 12 seniman asal Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, hingga Indonesia. Ke depan, museum juga merancang berbagai program partisipatif untuk pengunjung, menjadikannya ruang interaksi budaya yang aktif dan inklusif.
Dengan hadirnya museum ini, Naoshima semakin mempertegas identitasnya sebagai pusat seni kontemporer Asia yang memadukan estetika, budaya, dan keindahan alam Jepang dalam satu pengalaman yang unik.***









