• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 8, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas?

Analis dari RBC Capital Markets, Helima Croft, menilai pasar tetap stabil meski pasokan bertambah. “Pasar tampaknya masih mampu menyerap tambahan pasokan di tengah musim panas ini,” ujarnya.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
4 Agustus 2025
Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas

Minyak Dunia Melemah Setelah OPEC+ Naikkan Produksi, Pasar Cemas.

115
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS — Harga minyak mentah dunia kembali melemah pada Senin, 4 Agustus 2025, setelah OPEC+ menyetujui kenaikan produksi besar mulai September. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi Amerika Serikat, sebagai konsumen minyak terbesar dunia, turut menekan harga.

Mengutip laporan Reuters dan Bloomberg dari Singapura, harga minyak mentah berjangka Brent turun 46 sen atau 0,66 persen menjadi USD69,21 per barel pada pukul 08.19 WIB.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 42 sen atau 0,62 persen ke level USD66,91 per barel. Sebelumnya, kedua patokan harga tersebut sudah anjlok sekitar USD2 per barel saat penutupan perdagangan Jumat lalu.

Penurunan harga terjadi setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) sepakat menaikkan produksi sebesar 547.000 barel per hari mulai September.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemulihan pangsa pasar, menyusul membaiknya kondisi ekonomi global dan rendahnya stok minyak.

Kebijakan baru ini sekaligus mengakhiri periode pemangkasan besar-besaran produksi yang pernah dilakukan OPEC+. Uni Emirat Arab juga menambah produksi secara mandiri.

Total tambahan pasokan OPEC+ diperkirakan mencapai 2,5 juta barel per hari, atau sekitar 2,4 persen dari total permintaan global.

Namun, Goldman Sachs memprediksi tambahan pasokan aktual hanya sekitar 1,7 juta barel per hari, mengingat beberapa negara anggota OPEC+ masih membatasi produksi karena kelebihan pasokan sebelumnya.

“Meski kebijakan OPEC+ fleksibel dan ketidakpastian geopolitik masih tinggi, kami memperkirakan produksi tetap tinggi setelah September,” tulis Goldman Sachs dalam laporannya. Mereka juga mencatat bahwa pertumbuhan produksi dari negara non-OPEC hanya menyisakan ruang sempit bagi tambahan pasokan dari OPEC+.

Pasar Diprediksi Tetap Stabil

Analis dari RBC Capital Markets, Helima Croft, menilai pasar tetap stabil meski pasokan bertambah. “Pasar tampaknya masih mampu menyerap tambahan pasokan di tengah musim panas ini,” ujarnya.

Namun, ketegangan geopolitik turut memicu kekhawatiran pasar. Pemerintah Amerika Serikat mengancam akan menjatuhkan tarif sekunder hingga 100% terhadap negara-negara pembeli minyak Rusia, sebagai bagian dari tekanan terhadap Moskow agar menghentikan perang di Ukraina.

Dua kapal tanker pengangkut minyak Rusia yang semula menuju India bahkan sudah dialihkan ke negara lain. Meski begitu, dua pejabat India memastikan kepada Reuters bahwa negaranya tetap akan membeli minyak Rusia meskipun ada tekanan dari AS.

Kondisi ini diperparah oleh kekhawatiran pasar terhadap dampak tarif baru AS terhadap ekonomi global. Data ketenagakerjaan Amerika yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan di bawah ekspektasi, memperkuat sentimen negatif pasar.

Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, juga menegaskan bahwa tarif baru yang diberlakukan pekan lalu kemungkinan besar akan tetap berlaku dan tidak akan dikurangi dalam waktu dekat.***


Sumber: Ipot News

Tags: energiInternasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh
Internasional

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

...

Read moreDetails
Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Next Post
Perdagangan IHSG Sepekan — Nilai Transaksi Harian Turun

Perdagangan IHSG Sepekan — Nilai Transaksi Harian Turun

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.