Ini Alasan Malaysia Gratiskan Vaksin untuk Warga Asing

Senin, 15 Februari 2021 15:53
Ini Alasan Malaysia Gratiskan Vaksin untuk Warga Asing
Bangunan iconik Menara Kembar Malaysia.

BERTUAHPOS.COM — Pemerintah Malaysia mewacanakan akan menggratiskan vaksin corona [Covid-19]untuk warga negara asing [WNA] hingga pekerja imigran.

Meski demikian, pemerintah negara serumpun ini tetap memprioritaskan warganya dalam hal vaksinasi. “Ini demi kesuksesan program vaksin, maka warga negara asing juga harus divaksinasi,” ungkap Komisi Pasokan dan Akses Vaksin Covid-19 Malaysia dalam pernyataan resminya, Senin, 15 Februari 2021.

Advertisement

Channel News Asia, melaporkan Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin, pada November 2020 menyatakan akan menggratiskan vaksin bagi warga setempat.

Pemerintah kemudian mengaminkan dengan menggratiskan vaksin untuk orang asing di negara itu. Alasannya, sebagian klaster kasus Covid-19 di Negeri Jiran dialami para pekerja migran.

BACA JUGA:  Beberapa Efek Samping Vaksin Corona dan Cara Menguranginya

Baca: Bagaimana Nasib Negara Miskin dalam ‘Perebutan’ Vaksin Corona, WHO: Mereka Tak Boleh Terinjak-injak

Mereka juga menyadari biaya untuk merawat dan karantina para perantau dari negara lain cukup menyedot anggaran negara.

“Pekerja asing sudah menjadi bagian dari masyarakat kami dan ikut berkontribusi dalam perekonomian kami,” demikian isi pernyataan Komisi Pasokan dan Akses Vaksin Covid-19 Malaysia.

Menurut komisi itu, kebijakan itu ditetapkan karena sebagian negara juga secara sukarela memberikan vaksin gratis bagi penduduk Malaysia yang bermukim di negara mereka.

“Dalam masa pandemi ini, pendistribusian vaksin adalah gerakan kemanusiaan,” lanjut pernyataan lembaga itu.

Selain pertimbangan kemanusiaan, pemerintah Malaysia menyatakan menggratiskan vaksin bagi warga asing disebabkan karena jumlah vaksin yang mereka terima melebihi jumlah penduduk setempat.

BACA JUGA:  Malaysia Umumkan Darurat Nasional

“Hal ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk memberikan vaksin bagi seluruh penduduk Malaysia untuk mendapatkan kekebalan kelompok dari Covid-19,” lanjut isi pernyataan itu.

Menteri Kesehatan Malaysia, Adham Baba, menyatakan pesanan vaksin Covid-19 dari Pfizer-BioNTech kemungkinan akan diterima pekan ini. Program vaksinasi perdana akan digelar pada 26 Februari mendatang.

Pemerintah Malaysia memesan 25 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech pada November 2020 dan Januari 2021.

Mereka juga membeli 18.4 juta dosis vaksin corona Sputnik V dari Institut Gamaleya, Rusia serta vaksin buatan perusahaan farmasi China, Sinovac Biotech. (bpc2)

Berita Terkini

Minggu, 07 Maret 2021 05:00

Catatan Sejarah 7 Maret: Tragedi Garuda 200, Keluar Landasan dan Terbakar, 21 Tewas

7 Maret 2007, pukul 07.05 WIB, pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 200 mengalami kecelakaan di Bandara Adi Sujtipto, Yogyakarta

Sabtu, 06 Maret 2021 21:32

Ini Penampilan Wave 125 yang Mirip Supra X Kalau di Indonesia

Motor bebek Wave 125 dipasarkan di Malaysia.

Sabtu, 06 Maret 2021 20:32

Rocky Gerung: KLB Demokrat Turunkan Derajat Moeldoko

AHY yang diuntungkan. Elektabilitasnya bangkit.

Sabtu, 06 Maret 2021 19:33

BSI Beri Potongan 50% untuk Pengguna QRIS

BSI dukung gerakan transaksi digital dengan QRIS.

Sabtu, 06 Maret 2021 18:32

Manfaat Minyak Jelantah untuk Peralatan Rumah

Minyak sisa penggorengan ini bisa dimanfaatkan untuk banyak hal.

Sabtu, 06 Maret 2021 17:32

OJK Riau Sebut Vaksin Akan Kurangi Dampak Covid-19 Sektor Perekonomian Daerah

Ekonomi daerah perlahan akan bangkit seiring dengan vaksinasi Covdi-19.

Sabtu, 06 Maret 2021 16:37

Mahfud MD: Saya Tak Ada Waktu untuk Panggil Kedua Belah Pihak

Waktunya mepet. Jadi pemerintah hanya tekankan protokol kesehatan.

Sabtu, 06 Maret 2021 16:24

Video: TKP Foodcourt Hadir Kembali

Ragam menu tersedia di 10 tenan

Sabtu, 06 Maret 2021 15:03

Kampus Sudah Diizinkan Kuliah Juli 2021

Lembaga pendidikan perguruan tinggi diizinkan membuka kembali aktivitas perkuliahan pada Juli 2021.

Sabtu, 06 Maret 2021 13:56

Alasan Erick Thohir Swastanisasikan BUMN Omzet di Bawah Rp50 M

BUMN seharunya tak main yang kecil-kecil