• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Baru untuk Percepat Pengiriman Tanah Jarang

Tanah jarang merupakan unsur penting dalam berbagai industri strategis, termasuk otomotif, kedirgantaraan, semikonduktor, dan pertahanan. Sejak diberlakukannya tarif balasan oleh China, ekspor berbagai mineral dan magnet penting sempat tertunda, memicu gangguan pada rantai pasok global.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
27 Juni 2025
AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Baru untuk Percepat Pengiriman Tanah Jarang

Aktivitas pertambangan | Foto: Ilustrasi / No Glori's

Share on FacebookShare on Twitter

Amerika Serikat dan Tiongkok (China) sepakat untuk mempercepat pengiriman tanah jarang ke AS. Kesepakatan ini bagian dari upaya meredakan ketegangan perang dagang yang telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Tanah jarang atau logam tanah jarang atau unsur logam langka adalah kumpulan 17 unsur kimia terutama 15 lantanida ditambah skandium dan itrium.

Kesepakatan ini dikonfirmasi oleh seorang pejabat Gedung Putih pada Kamis, 26 Juni 2025, yang menyebut bahwa kedua negara menyetujui kerangka kerja tambahan untuk melaksanakan hasil pertemuan di Jenewa pada Mei lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Beijing menyatakan komitmennya untuk mencabut sejumlah kebijakan balasan non-tarif yang dikenakan sejak April 2025.

“Kesepahaman ini menyangkut percepatan ekspor tanah jarang ke Amerika Serikat,” ujar pejabat tersebut, seraya menambahkan bahwa perjanjian tersebut sudah dicapai pada awal pekan ini, dilansir dari The Guardian.

Presiden Donald Trump sebelumnya telah mengumumkan bahwa AS menandatangani kesepakatan dengan Tiongkok, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut. Ia juga menyebut adanya potensi kesepakatan terpisah dengan India.

Tanah jarang merupakan unsur penting dalam berbagai industri strategis, termasuk otomotif, kedirgantaraan, semikonduktor, dan pertahanan. Sejak diberlakukannya tarif balasan oleh China, ekspor berbagai mineral dan magnet penting sempat tertunda, memicu gangguan pada rantai pasok global.

Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, dalam pernyataannya kepada Bloomberg, mengatakan bahwa China akan kembali mengirimkan tanah jarang ke AS. “Begitu mereka kirim, kami akan mencabut tindakan pencegahan kami,” ujarnya.

Meski begitu, proses implementasi kesepakatan diperkirakan tidak mudah. Menurut sumber industri, China sangat berhati-hati dalam hal penggunaan ganda (dual use) tanah jarang, terutama untuk menghindari potensi penggunaannya dalam sektor militer AS.

Pemerintah China bahkan menerapkan prosedur pemeriksaan ketat terhadap pembeli dan memperlambat proses perizinan ekspor.

Sementara itu, pihak Kedutaan Besar China di Washington belum memberikan tanggapan atas perkembangan ini.

Kesepakatan ini menjadi sinyal positif setelah berbulan-bulan ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia, namun jalan menuju kesepakatan dagang yang komprehensif diperkirakan masih panjang.

Sebagai bagian dari langkah-langkah transisi, Reuters sebelumnya melaporkan bahwa tiga produsen mobil utama AS telah diberikan lisensi ekspor sementara oleh pemerintah Tiongkok, untuk mengurangi dampak gangguan rantai pasok.

Pada pertengahan Juni, Trump juga mengungkap bahwa sebagai bagian dari pertukaran dagang, China bersedia mengirimkan magnet dan mineral tanah jarang, sementara AS akan melonggarkan pembatasan terhadap mahasiswa China yang belajar di universitas-universitas Amerika.***

— The Guardian


Simak berita lainnya tentang Internasional

Tags: Internasional
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh
Internasional

Respon Presiden Iran soal Klaim AS Negaranya Akan Runtuh

...

Read moreDetails
Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Defisit Anggaran AS Sudah di Posisi Puncak

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Trump Ancam Bombardir Oman jika Ikut Campur soal Perdamaian Iran

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Iran Ikut Belasungkawa dan Tawarkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Kecelakaan di Tol M9 Irlandia Tewaskan Lima Remaja, Diduga demi Like Media Sosial

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Keripik Kulit Ikan Patin Malakers tengah Jajaki Pasar Serbia, Maladewa, dan Hong Kong

Next Post
OASE: Pembaharuan Jiwa, Awal Kebangkitan Umat

OASE: Pembaharuan Jiwa, Awal Kebangkitan Umat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.