• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Inilah Makna Filosofis dari Ketupat saat Lebaran

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Juni 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Anyaman janur dari daun kelapa muda, kemudian diisi berar lalu dimasak, dimakan dengan sate, kuah gulai paku, kuah kacang dan lainnya. Itu namanya ketupat. 

Lebaran memang identik dengan ketupat. Kenapa, ya…? inilah salah satu nilai budaya Indoensia yang diakui oleh dunia. Indonesia selalu punya kebudayaan yang unik dan tidak jarang menaik perhatian masyarakat manca negara. Rasanya, ada yang kurang jika tidak ada ketupat saat lebaran, begitulah faktanya.

Ada banyak sumber menjelaskan bahwa ketupat diperkenalkan kali pertama oleh Sunan Kalijaga. Jenis makanan ini begitu populer di kalangan masyarakat Jawa ketika itu.

Sinan Kalijaga membudayakan sebuah tradisi makan ketupa saat lebaran. Ketika itu, hadirnya ketupat di tengah masyarakat sebagai wujud untuk saling berbagi dihari yang fitri. Masyarakat sengaja membuat ketupat dalam jumlah banyak untuk diberikan kepada tetangga dan kerabat lainnya. Inilah alasan mengapa ketupat kemudian menjadi lambang sebuah kebersamaan.

Masyarakat dulu punya nilai filosofis tinggi dari anyaman ketupat. Anyaman ketupat adalah sebuah lambang banyaknya kesalahan manusia. Namun saat dibelah, terlihatlah berwarna putih, sebagai lambang kesucian hati setelah berperang melawan nafsu saat berpuasa sebulan penuh.

Semua nilai filosofis dari ketupat ini diciptakan oleh para wali dalam menjalankan dakwahnya. Peran para wali sangat dominan dalam sebaran Islam di masa lalu. Yakni dengan mengormati budaya tempatan untuk penyebaran Islam. Semoga bermanfaat! (bpc3)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI
Finance

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

...

Read moreDetails
Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Next Post

HET Beras Medium Diturunkan

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.