YOLANDITO Masaid, pemuda asal Pekanbaru ini akrab disapa Dito. Kini menorehkan kisah inspiratif dengan menekuni dunia fotografi secara profesional di Pulau Dewata, Bali.
Perjalanan Dito dimulai dari hobinya sejak kecil, yang kemudian berkembang menjadi minat serius saat ia menempuh pendidikan di jurusan multimedia di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Pekanbaru.
Sejak duduk di bangku sekolah, Dito telah menunjukkan ketertarikan yang kuat terhadap dunia visual, khususnya fotografi. Ia kerap membawa kamera ke mana-mana dan tak segan mengabadikan momen-momen kecil di sekitarnya.
Kegiatan itu menjadi bagian dari kesehariannya dan secara perlahan membentuk insting artistik dalam melihat objek dari sudut yang berbeda.
“Dari dulu, saya memang suka motret,” ungkap Dito saat dihubungi Bertuahpos, Jum’at 27 Juni 2025.
“Apalagi kalau ada kegiatan sekolah atau keluarga. Saya selalu bawa kamera dan belajar sendiri dari YouTube maupun komunitas.”
Keputusan besar diambil Dito pada awal tahun 2024. Dia bertekad untuk merantau ke Bali, salah satu destinasi favorit bagi para fotografer profesional karena keindahan alam dan kekayaan budayanya.
Di sini, Dito memulai karier dari bawah, mengambil job freelance untuk dokumentasi acara, hingga akhirnya dipercaya menangani proyek-proyek besar. “Awalnya berat, karena harus bangun jaringan dari nol,” ungkapnya mengenang.
“Tapi, Bali punya pasar yang luas untuk industri kreatif dan itu jadi peluang buat saya berkembang,” ujar Dito.
Kini, Dito telah dikenal di kalangan komunitas fotografi Bali sebagai sosok muda yang berbakat dan berdedikasi tinggi. Dia kerap menangani sesi foto pernikahan, prewedding, serta dokumentasi event-event besar di berbagai tempat eksotis di Bali.

Ia juga aktif di media sosial untuk membagikan hasil karyanya, sekaligus mempromosikan jasa fotografinya.
Menurutnya, kunci kesuksesan bukan hanya pada keterampilan teknis, tetapi juga pada kepekaan terhadap momen dan kemampuan menjalin komunikasi yang baik dengan klien.
“Fotografi itu bukan sekadar ambil gambar, tapi juga soal menyampaikan cerita dan membangun kenyamanan dengan orang yang difoto,” katanya.
Meski telah berhasil meniti karir di Bali, Dito tidak melupakan kampung halamannya. “Saya ingin anak-anak muda di Pekanbaru juga berani bermimpi dan serius menekuni passion mereka,” tambahnya.***
— Habibie
Simak berita lainnya tentang Lifestyle









