• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Buya Hamka Ulama Patriotik (Bagian 4): Masuk Keluar Hutan Mempertahankan Kemerdekaan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
2 September 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – 1941, Hamka bertemu dengan Sukarno. Pertemuannya difasilitasi oleh Haji Abdul Karim Oei, seorang tokoh Muhammadiyah di Bengkulu.

Dari Sukarno, Hamka banyak belajar tentang perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka. 2 tokoh ini kemudian menjadi sahabat seperjuangan.

17 Agustus 1945, Sukarno membuktikan bahwa perjuangan itu berhasil. Kemerdekaan Indonesia diproklamirkan di Jakarta, tepatnya di rumah Sukarno yang berada di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56.

Sayangnya, berita tentang kemerdekaan itu terlambat diketahui oleh tokoh-tokoh di daerah, termasuk di Medan dan Padang Panjang. Hamka yang waktu itu berada di Medan kemudian berusaha mencari kepastian. Bulan September 1945, dia mendapatkan kepastian itu, bahwa Indonesia benar telah merdeka. Hamka mendapatkan salinan teks proklamasi dari Mr. Teuku Muhammad Hassan, gubernur pertama wilayah Sumatera.

Baca: Buya Hamka Ulama Patriotik, Bagian 1: Bujang Nakal

Namun, perjuangan mempertahankan kemerdekan masih belum selesai. Hamka keluar masuk hutan bersama masyarakat Sumatera Barat lainnya dalam menghadapi pasukan Inggris, dan kemudian menghadapi pasukan Belanda, meski harus meninggalkan isterinya di Maninjau.

Kegigihan Hamka dalam berperang melawan Belanda membuatnya diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional (BPN). Hamka sendiri sempat hampir mati ketika melakukan perjuangannya melawan tentara Belanda.

Ceritanya, waktu itu Hamka sebagai Ketua BPN harus mengunjungi beberapa desa basis perjuangan di sekitar Danau Maninjau. Bersamaa beberapa kawan, Hamka menaiki perahu untuk mencapai desa tersebut. Ditengah perjalanan, tanpa disangka muncul beberapa pesawat tempur Belanda. Pesawat tempur tersebut sempat berputar beberapa kali diatas Danau Maninjau, hingga kemudian menyangka bahwa Hamka dan kawan-kawannya hanya pencari ikan biasa.

Baca: Buya Hamka Ulama Patriotik (Bagian 3): Berdakwah dan Mendidik

Perjuangan Hamka bersama rakyat memang tidak sia-sia. Belanda berhasil dipaksa untuk mengakui kemerdekaan Indonesia pada tanggal 27 Desember 1949.

Tahun 1950, Hamka diminta ke Jakarta oleh Sukarno, bersama anak dan Isterinya. Di Jakarta, Hamka semakin dikenal sebagai ulama, sastrawan, wartawan dan juga seorang politisi dari Partai Masyumi.

Di Jakarta, Hamka tercatat sebagai Penasihat Muhammadiyah dan anggota Dewan Konstituante dari Partai Masyumi. Tidak hanya itu, Hamka juga tercatat sebagai Pegawai Tinggi di Kementerian Agama RI hingga tahun 1960. (bpc2)

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Awal Pekan, Rupiah Masih Akan Terdepresi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.