• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Bangga Bisa Berbagi Ilmu dan Kasih Sayang dengan Mengajar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 November 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Menjalani profesi sebagai guru memberikan kebanggaan tersendiri bagi Mulfiani. Karena dengan profesi ini, ia pun bisa berbagi ilmu dan kasih sayang kepada anak-anak yang membutuhkan.

Apalagi sekolah tempatnya mengabdi, tidak seperti sekolah formal yang menampung siswa-siswa umum. Melainkan sebuah sekolah marjinal dengan siswa yang berasal dari keluarga tak punya.

Mulfiani mengajar dan menjadi Kepala Sekolah di Sekolah Cerdas, Pekanbaru. Ia mulai mengabdi di Sekolah Cerdas di akhir tahun 2011. “Saya mulai mengajar di Sekolah Cerdas ini di 2011 akhir. Sebelumnya saya mengajar Taman Kanak-Kanak (TK ) di Duri,” terangnya.

Kala itu sang ayah sedang sakit dan Mulfiani harus bolak-balik Duri-Pekanbaru. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menetap di Pekanbaru, sambil menjaga ayahnya. Bukan keputusan yang mudah, karena sang suami tinggal di Duri.

“Nah, ketika itu ada kerabat yang menawari untuk mengajar di Sekolah Cerdas. Dan ketika pertama kali melihat suasana sekolahnya, tersentuh hati saya melihat wajah polos anak-anak yang ingin meneguk setetes madu pendidikan,” kenangnya.

Ia bahkan merasa sangat bersemangat karena semangat belajar anak-anak seakan-akan memberikan sinergi lebih untuknya. Yah, Sekolah Cerdas di awal berdiri memang berbeda dengan kondisi saat ini.

Kala itu, siswa yang sekolah di sana belum banyak yang memakai seragam. Karena pada dasarnya mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Jadi mereka pergi ke sekolah dengan tampilan apa adanya. Ada yang tidak memakai sepatu dan ada yang menggunakan tas dari kantong plastik.


Anak – anak sekolah cerdas tampak bermain bersama (foto:bertuahpos.com)


Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu dengan dukungan pemerintah dan donatur, siswa Sekolah Cerdas bisa seperti sekarang. Mereka bisa seperti siswa sekolah pada umumnya yang menggunakan seragam, tas, sepatu dan buku pelajaran. Sekolah Cerdas berdiri tahun 2007 dibawah naungan LKP Sospulbud Riau, dan sekarang jumlah siswa sekitar 60 orang.

Karena termasuk sekolah marjinal, siswa sekolah ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Mengingat perekonomian keluarga yang kebanyakan hanya menjadi buruh. Jadi tugas anak-anak hanyalah belajar. Di sini juga ada lima anak berkebutuhan khusus. Sekali lagi karena faktor ekonomi keluarga yang tidak memungkinkan, mereka tidak bisa mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan keadaan mereka.

Dengan kesibukan kerja orangtua murid, mereka juga tak sempat membimbing anak-anaknya belajar. Bahkan sebagian anak murid juga ada yang harus bekerja untuk membantu perekonomian keluarganya.

Dengan kondisi seperti ini, alumni SMK PGRI ini pun dituntut untuk ikut belajar. Yakni belajar sabar dan harus bisa memahami proses belajar murid-muridnya.

“Bisa kita bayangkan, mereka yang berasal dari keluarga yang tidak mampu dan menghabiskan waktu untuk bekerja. Otomatis pola asuh orang tua dan gizi yang mereka konsumsi sehari-hari sangat berpengaruh bagi perkembangan otak mereka. Nah, di sini menjadi tanggung jawab Saya untuk memberikan pengarahan serta pendekatan kepada mereka. Juga memberikan pembelajaran secara perlahan-lahan sehingga mereka bisa menerima pelajaran dengan baik,” ujar wanita kelahiran Lintau , 06 Februari 1980 ini.


Siswa Sekolah cerdas berfoto bersama dengan guru tercinta (Foto: Bertuahpos.com)


Selama menjalankan profesinya, Mulfiani juga pernah mengalami rasa lelah dan jenuh. Apalagi karena tinggal berjauhan dengan suami tercinta.

“Terkadang ada rasa capek dan jenuh menghampiri. Misalnya saat waktunya membayar sewa kontrakan sekolah, karena sampai sekarang, sekolah cerdas masih menyewa rumah di Jalan Kualu. Ada lagi rasa lelah datang saat menghadapi kelakuan anak-anak yang nakal,” kisahnya.

Namun dengan cepat, ia menepis rasa itu dan cepat menyadarkan diri. Ia berpikir, kalau capek bagaimana nasib anak-anak ini ke depannya. Membayangkan masa depan anak-anak ini, bisa menjadi obat dan penyemangat bagi tamatan SMK PGRI ini.

Proses belajar Mulfiani tak berhenti sampai di situ. Ia juga memiliki keinginan untuk meningkatkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Saat ini, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Ilmu Budaya, Unilak.Bagi para donatur yang ingin berbagi rezeki, berbagi sesama dengan yang membutuhkan bisa langsung kesekolah cerdas di Jalan Kualu. (dian)

Buka bersama di bulan Suci Ramadhan dihotel Furaya(Foto : Bertuahpos.com)

 

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%
Berita Pilihan

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

...

Read moreDetails
35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Next Post

Kinerja Disdukcapil Siak Lambat, Kadis Sebut Pengaruh PLN

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.