• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Oktober 6, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan Sejarah 26 April: Ki Hadjar Dewantara Wafat

Romi J. by Romi J.
26 April 2021
171
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Mempunyai nama kecil Raden Mas Suwardi Suryaningrat, Ki Hadjar Dewantara adalah Bapak Pendidikan Nasional Indonesia.

Dalam perjuangannya, Ki Hadjar Dewantara mempelopori pendidikan untuk kaum pribumi saat penjajahan Belanda. Dia mendirikan Perguruan Taman Siswa, yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada seluruh kaum pribumi.

Sejak muda, Ki Hadjar Dewantara selalu terang-terangan menentang penjajah Belanda. Pada tahun 1913, Belanda ingin merayakan kebebasan mereka dari Prancis. Untuk itu, pihak Belanda mengumpulkan sumbangan dari penduduk, termasuk pribumi.

Tindakan Belanda ini ditentang keras oleh Ki Hadjar Dewantara. Melalui tulisannya, Als ik een Nederlander was (Seandainya Aku Seorang Belanda) yang terbit dalam surat kabar De Expres, Ki Hadjar Dewantara mengkritik habis-habisan Belanda.

Dalam tulisan tersebut, Ki Hadjar Dewantara menuliskan betapa Belanda tidak tahu malu meminta sumbangan perayaan kemerdekaan bangsanya kepada penduduk bangsa yang mereka jajah.

Karena tulisan ini, dia kemudian diasingkan ke Pulau Bangka oleh pemerintah kolonial. Namun, karena protes dari dua sahabatnya, Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusomo, mereka bertiga akhirnya diasingkan ke Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, Ki Hadjar Dewantara masih terus mengabdi sebagai Menteri Pendidikan Indonesia yang pertama.

Pada 26 April 1959, Ki Hadjar Dewantara meninggal dunia di Yogyakarta. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Taman Wijaya Brata. (bpc4)

Tags: Ki Hadjar Dewantarasuwarditokoh pendidikan
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

OK Nizami Jamil
Berita

OK Nizami Jamil Diganjar Penghargaan Tokoh Pendidikan

...

Read moreDetails

Kesaksian Sejarawan Riau, Suwardi Soal Kekejaman PKI

Tokoh Pendidikan Perempuan Riau: Syarifah Latifah

Catatan Sejarah 2 Mei: Kelahiran Soewardi Soerjaningrat, Si Radikal

Catatan Sejarah 26 Februari: Mengenang Rahmah El Yunusiyah, Tokoh Pendidikan Perempuan Indonesia

Catatan Sejarah 2 Mei: Kelahiran Soewardi Soerjaningrat, Si Radikal Yang Bikin Belanda Geger

Next Post

PSSI: Piala Menpora Zero Kasus Covid-19

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.