BERTUAHPOS.COM — Otoritas Thailand resmi menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap pebisnis asal Tiongkok Wang Yicheng, yang diduga menjadi otak jaringan pencucian uang hasil penipuan investasi kripto dan perjudian daring. Operasi penambangan mata uang kripto ilegal itu menjadi modus utama yang digunakan oleh kelompok ini.
Menurut juru bicara Departemen Investigasi Khusus (DSI) Thailand Mayor Polisi Woranan Srilam, bahwa Wang telah didakwa sejak November 2025. “Tersangka diduga telah melarikan diri ke luar negeri. Pihak berwenang Thailand sedang bekerja sama dengan mitra internasional untuk melacak keberadaannya,” ujarnya.
Wang sebelumnya menjadi sorotan dalam investigasi Reuters pada 2023. Laporan itu mengungkap rekening atas namanya menerima aliran dana jutaan dolar AS dari dompet kripto yang terkait jaringan penipuan lintas negara.
DSI menyebut Wang sebagai salah satu tokoh utama dalam kelompok investor asal China. Mereka diduga menggunakan aktivitas penambangan kripto ilegal untuk mencuci uang hasil penipuan investasi dan perjudian daring.
Penyelidikan bermula dari pengungkapan operasi penambangan kripto ilegal yang mencuri listrik senilai sekitar US$28 juta. Kasus ini menjadi salah satu yang terbesar ditangani Thailand dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok kejahatan terorganisasi lintas negara memanfaatkan penambangan kripto ilegal sebagai mesin pencuci uang. Praktik ini sekaligus mendukung jaringan kejahatan berbasis teknologi.
DSI telah menerbitkan surat perintah penangkapan terhadap delapan tersangka. Mereka terdiri atas empat warga negara China dan empat warga negara Myanmar.
Otoritas Thailand juga mengungkap bahwa aparat penegak hukum Amerika Serikat telah memasukkan Wang sebagai tersangka kasus penipuan aset digital. Pada Juni 2023, pemerintah AS menyita sekitar US$500.000 aset kripto dari rekening atas nama Wang.
Penyitaan dilakukan setelah dana hasil penipuan terhadap warga Massachusetts terlacak masuk ke rekening tersebut. Departemen Kehakiman AS menolak berkomentar terkait surat penangkapan dari Thailand.
Investigasi Reuters menemukan dompet kripto atas nama Wang menerima sedikitnya US$9,1 juta sepanjang 2021-2022. Dana itu berasal dari akun yang oleh perusahaan analisis blockchain dikaitkan dengan praktik penipuan pig butchering.
Salah satu korban adalah pria 71 tahun asal California yang kehilangan US$2,7 juta tabungan pensiunnya. Ia diperdaya seseorang yang menyamar sebagai perempuan muda melalui media sosial.
Saat menerima aliran dana, Wang menjabat wakil ketua Thai Asia Economic Exchange Trade Association. Organisasi itu mempromosikan hubungan bisnis Thailand dan China.
Setelah laporan Reuters terbit pada 2023, asosiasi menyatakan Wang telah mengundurkan diri dari jajaran pengurus. Pihak asosiasi mengklaim pemeriksaan latar belakang tidak menemukan catatan kriminal atas namanya.
Hingga kini Wang belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters. Kementerian Luar Negeri China menyatakan belum mengetahui kasus ini. Kepolisian Kerajaan Thailand pun belum memberikan tanggapan terkait dugaan hubungan antara Wang dan pejabat senior negara tersebut.









