BERTUAHPOS.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim masuk dalam daftar nama yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Namun, Silmy menjadi salah satu nama yang belum berhasil ditangkap saat operasi senyap itu digelar.
KPK secara terbuka meminta seluruh pihak yang terlibat dalam OTT tersebut untuk segera menyerahkan diri. Lembaga antirasuah itu juga aktif melakukan pencarian terhadap nama-nama yang belum tertangkap, termasuk Silmy Karim.
Tak lama berselang, Silmy Karim mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Rabu malam, 3 Juni 2026, sekitar pukul 23.04 WIB. Ia datang menyerahkan diri dengan didampingi para ajudannya.
Silmy Karim merupakan lulusan Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti angkatan 1992. Ia memiliki rekam jejak lebih dari 20 tahun di berbagai perusahaan nasional maupun multinasional.
Sejumlah posisi strategis pernah ia jabat, antara lain Komisaris Utama PT Krakatau Posco, Komisaris Utama PT Krakatau Nippon Steel Sinergi, Komisaris PT GE Power Solution Indonesia, serta Komisaris Utama MAN Diesel & Turbo Indonesia. Ia juga pernah menjadi Penasihat PT Freeport Indonesia, Komisaris Independen Carrefour Indonesia, dan Direktur Utama Krakatau Steel (Persero).
Pada Januari 2023, Silmy Karim dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Kemudian Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 2025, Silmy Karim mencatatkan total kekayaan sebesar Rp243,59 miliar. Kekayaan itu didominasi aset tanah dan bangunan senilai Rp184,02 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Selain properti, Silmy juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp31 miliar, harta bergerak lainnya Rp11,39 miliar, surat berharga Rp8,69 miliar, serta alat transportasi dan mesin senilai Rp8,47 miliar.
Koleksi kendaraannya terbilang mewah, mencakup dua unit motor Harley-Davidson keluaran 1998 dan 2003, Jeep CJ7 (1988), Mercedes-Benz 280E (1979), Toyota Land Cruiser (1981), Jeep Wrangler (1996), hingga Mercedes-Benz G63 (2022) yang menjadi kendaraan dengan nilai tertinggi senilai Rp6 miliar.
Silmy Karim juga tercatat memiliki utang sebesar Rp8,99 miliar dalam laporan tersebut. Dengan demikian, total kekayaan bersih Silmy Karim tercatat mencapai Rp234,59 miliar.









