BERTUAHPOS.COM — Seorang nelayan diterkam buaya saat memasang pukat di perairan Sungai Manasib, Kabupaten Rokan Hilir, pada Senin, 6 Juli 2026. Insiden ini kembali mengangkat bahaya konflik manusia dan satwa liar yang terus mengintai warga pesisir Riau.
Kasi Humas Polres Rokan Hilir, Ipda Didi Sofyan, mengonfirmasi serangan terjadi saat korban bekerja seorang diri di perairan dangkal. Ia menekankan bahwa habitat buaya di sepanjang aliran sungai tersebut masih sangat aktif dan kerap bersinggungan dengan aktivitas nelayan.
“Korban sempat melakukan perlawanan dengan cara tarik-menarik melawan buaya hingga akhirnya berhasil melepaskan diri dari terkaman hewan tersebut,” ujarnya, Rabu, 8 Juli 2026.
Abdul Azis (43) sedang merendam tubuhnya di kedalaman sepinggang saat buaya mengintai dari jarak dekat. Tanpa peringatan, reptil itu menerkam dan sempat menyeret korban sebelum akhirnya korban lolos berkat perlawanan sengit.
Korban berlari ke permukiman warga untuk meminta pertolongan setelah berhasil membebaskan diri. Warga segera mengevakuasi Abdul Azis ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan medis darurat.
Ipda Didi menjelaskan bahwa korban menderita luka gigitan di punggung dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu.
“Kami mengimbau nelayan untuk tidak beraktivitas sendirian di kawasan yang diketahui menjadi habitat buaya,” katanya.
Polres Rokan Hilir mencatat titik rawan konflik di sepanjang Sungai Manasib masih menjadi ancaman serius bagi nelayan tradisional. Pihak kepolisian berencana meningkatkan patroli dan sosialisasi di wilayah-wilayah yang kerap dilaporkan terdapat kemunculan buaya.
“Kami minta warga waspada dan tidak beraktivitas seorang diri di lokasi rawan buaya. Ini demi keselamatan bersama,” ujarnya.









