BERTUAHPOS — Pengadilan Rusia menjatuhkan hukuman enam tahun penjara kepada aktivis politik, Sergei Udaltsov. Ia dinyatakan bersalah karena membenarkan terorisme melalui unggahan daring.
Udaltsov adalah pemimpin gerakan Front Kiri yang dikenal sebagai figur oposisi dan kritikus Vladimir Putin. Ia ditangkap pada tahun lalu sebelum kasusnya resmi memasuki proses hukum.
Menurut laporan media independen Mediazona, kasus ini berawal dari artikel yang ia unggah untuk mendukung kelompok aktivis yang dituduh membentuk organisasi teroris.
“Kelompok tersebut sudah divonis bersalah lebih dulu dengan hukuman 16 hingga 22 tahun penjara,” tulis media itu, dilansir dari The Guardian, Jumat, 26 Desember 2025.
Udaltsov menolak semua tuduhan. Ia menyebut dakwaan sebagai rekayasa politik dan mengecam putusan itu sebagai sesuatu yang memalukan. Ia juga menyatakan akan melakukan mogok makan sebagai bentuk protes.
Putusan pengadilan menetapkan bahwa Udaltsov akan menjalani masa hukuman di penjara dengan tingkat keamanan maksimum. Hal ini menambah daftar panjang hukuman yang pernah ia terima.
Udaltsov dikenal sebagai salah satu tokoh penting oposisi Rusia sejak gelombang protes besar pada 2011–2012. Saat itu, ia menentang dugaan kecurangan pemilu dan bahkan sempat bertemu Presiden Dmitry Medvedev bersama sejumlah tokoh oposisi.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Rusia semakin memperketat tindakan terhadap perbedaan pendapat. Penindasan meningkat sejak invasi ke Ukraina, menargetkan aktivis, media independen, kelompok sipil, hingga komunitas minoritas.
Udaltsov sendiri bukan pertama kali dipenjara. Pada 2014 ia dipidana empat setengah tahun penjara terkait protes 2012 dan baru bebas pada 2017. Pada Desember 2023, ia kembali dijatuhi hukuman kerja paksa karena melanggar aturan demonstrasi.***









