Ukraina-Rusia panas, permintaan safe haven naik

Jumat, 08 Agustus 2014 08:09

BERTNEW YORK. Harga emas dunia kembali mendaki tadi malam (7/8) di New York. Rupanya, penurunan yang terjadi pada pasar saham mengerek tingkat permintaan emas sebagai aset investasi alternatif.

Mengutip data Bloomberg, pada pukul 13.43 waktu New York, harga kontrak emas untuk pengantaran Desember naik 0,3% menjadi US$ 1.312,50 per troy ounce di Comex, New York. Pada transaksi sebelumnya, harga emas sempat menyentuh posisi US$ 1.315,50 per troy ounce. Ini merupakan level tertinggi untuk kontrak emas teraktif sejak 22 Juli lalu.

Seperti yang diketahui, indeks Standard & Poor’s 500 turun sebesar 0,6% semalam. Pemicunya adalah meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina sehingga dikhawatirkan akan memukul perekonomian global. Apalagi, Gedung Putih menegaskan, sanksi atas Rusia akan ditingkatkan jika Rusia tidak menarik pasukannya dari Ukraina.

“Penurunan pasar saham dipicu oleh ketidakpastian situasi di Ukraina, yang pada akhirnya mengerek harga emas. Sejumlah dana mengalir ke emas karena kecemasan mengenai kondisi ekonomi Eropa,” jelas Tom Power, senior market strategist RJO Futures di Chicago.(Kontan)

Baca: PEREKONOMIAN RI: Keterkaitan Ekonomi & Politik Cenderung Melemah