BERTUAHPOS – Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) kembali ditutup menguat 2,43% ke level Rp1.475 pada perdagangan Kamis, 16 Oktober 2025.
Saham emiten emas ini tercatat selalu parkir di zona hijau sejak awal pekan, tepatnya sejak 13 Oktober 2025.
Berdasarkan data perdagangan, total sebanyak 237,54 juta saham ARCI berpindah tangan dengan frekuensi 35.981 kali dan nilai transaksi mencapai Rp351,21 miliar.
Saham ini terlihat diakumulasi oleh investor, dengan catatan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp14,12 miliar.
Dalam sepekan terakhir, saham ARCI melonjak tajam 34,70%. Secara year to date (ytd), harga saham konglomerat Peter Sondakh ini bahkan sudah terbang 494,76% dari posisi awal tahun di Rp248 per saham.
Kenaikan harga saham ARCI sejalan dengan penguatan harga emas global yang terus mencatat reli sejak akhir kuartal III-2025. Kinerja emiten tambang emas ini juga dinilai semakin solid dengan prospek produksi yang meningkat.
Mandiri Sekuritas dalam laporan Investor Digest edisi 16 Oktober 2025 mencatat, harga saham ARCI menunjukkan tren positif sejak rekomendasi awal mereka pada pertengahan September 2025. Pihak sekuritas melihat potensi kenaikan lanjutan yang kuat.
“Reli harga emas yang berkelanjutan, profil produksi yang membaik, serta leverage yang kuat terhadap harga emas menjadi faktor pendukung utama ARCI,” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya.
Broker pelat merah tersebut menaikkan asumsi rata-rata harga emas global dalam proyeksi keuangan mereka. Dampaknya, estimasi laba bersih ARCI untuk tahun fiskal 2026F dan 2027F ikut direvisi naik masing-masing sebesar 8,7% dan 24,4%.
Mandiri Sekuritas pun mempertahankan rekomendasi “buy” untuk saham ARCI, dengan target harga baru sebesar Rp1.800 per saham, seiring keyakinan terhadap prospek pertumbuhan laba yang masih terbuka lebar.***









