BERTUAHPOS — Harga emas dunia kembali menembus rekor tertinggi sepanjang sejarah, menjadi katalis positif bagi emiten tambang emas di Indonesia.
Pada Senin, 13 Oktober 2025, harga emas global mencapai US$4.100 per ons troi, level tertinggi dalam sejarah perdagangan logam mulia.
Lonjakan harga emas ini dipicu oleh ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China, serta meningkatnya permintaan investor terhadap aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menurut Michael Wildon Ng, Research Analyst Verdhana Sekuritas Indonesia, kenaikan tajam harga emas menciptakan momentum revaluasi besar bagi emiten emas nasional.
“Eksplorasi yang berhasil, tambahan kapasitas produksi, dan momentum IPO menjadi pendorong utama,” ujarnya dalam sebuah riset.
Verdhana Sekuritas memperkirakan laba sektor tambang emas Indonesia tumbuh rata-rata 45% (CAGR) pada 2026–2029, seiring peningkatan produksi dan beroperasinya tambang bawah tanah baru.
Total shareholder return sektor ini juga berpotensi mencapai 45% pada 2026, ditopang pertumbuhan laba yang solid.
Salah satu sorotan adalah IPO PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang dinilai menjadi tolok ukur baru valuasi sektor emas nasional, dengan valuasi mencapai US$ 377 per ons cadangan emas. IPO ini disebut memicu momentum rerating bagi sektor tambang emas Indonesia.
Dua emiten besar lainnya — PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dan PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) — diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan berkat proyek tambang bawah tanah dan peningkatan kadar emas produksi.
Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) juga memperkuat portofolio bisnisnya melalui akuisisi aset emas Doup, langkah strategis yang memperkokoh prospek pertumbuhan laba jangka panjang.
Meski menghadapi kenaikan royalti hingga 60% dan tambahan biaya akibat kebijakan mandat biodiesel B40, sektor tambang emas masih menunjukkan ketangguhan. Biaya produksi rata-rata di kisaran US$ 1.500–US$ 1.800 per ons troi, sementara margin kas tetap terjaga di 45–50%.
Verdhana Sekuritas merekomendasikan saham ARCI sebagai pilihan utama, disusul oleh INDY, EMAS, BRMS, dan UNTR, semuanya dengan rekomendasi buy.
“Valuasi saham tambang emas Indonesia masih menarik dan prospek laba ke depan sangat menjanjikan. Indonesia berada di posisi strategis untuk memanfaatkan siklus emas global berikutnya,” pungkas Michael.
harga emas dunia, saham tambang emas, ARCI, BRMS, EMAS, UNTR, harga emas naik, investasi emas 2025, prospek saham emas, Verdhana Sekuritas.***









