• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Redenominasi Menyangkut Kewibawaan Indonesia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
26 Agustus 2014
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pemerintah masih belum memastikan kapan Perubahan Harga Rupiah alias Redenominasi akan dilaksanakan. Padahal sejak beberapa tahun belakangan ini, kebijakan merubah nominal rupiah dari Rp 1.000 akan menjadi Rp 1 sudah santer jadi perbincangan.
 
Menurut Pengamat Ekonomi, di UIN Suska Riau, Mahendra Romus, menyebutkan rencana redenominasi merupakan hal yang mesti segera dilaksanakan.
 
“Karena hal tersebut berguna untuk efisiensi dalam transaksi. Sekarang jika dibandingkan dengan mata uang negara lainnya, Rupiah memiliki digit yang banyak. Sehingga bisa memungkinkan kekeliruan terjadi,” ujarnya Selasa (26/08/2014).
 
Sambung Dekan Fakultas Ekonomi dan Sosial (Fekonsos) ini, keputusan BI yang menunda pemberlakuan redenominasi dinilainya tepat. Pasalnya saat ini nilai rupiah masih tidak stabil. Selain itu diperlukan sosialisasi yang tidak sebentar terhadap pemberlakuan ini.
 
“Sosialisasinya harus menyeluruh kepada masyarakat. BI mesti mesti bisa menarik seluruh uang yang ada saat ini untuk ditukar dengan yang baru,” paparnya.
 
Sebab Mahendra menilai BI bakal kesulitan saat berhadapan pada masyarakat yang kurang gemar menabung di bank. “Maaf maaf saja, kalau di desa desa maupun dibeberapa tempat masih ada masyarakat yabg menyimpan uangnya. Harus digalakkan untuk  ke bank setidaknya menabung, sehingga secara bertahap uang yang saat ini beredar bisa ditukar dengan uang redenominasi,” sebutnya.
 
Pasca pemilihan Presiden turut menjadi perhatian dalam kebijakan tersebut. “Karena semua orag menanti kebijakan strategis apa yang menjadi prioritas presiden baru dan juga jajaran menterinya,” jelasnya.
 
Mahendra mendukung redenominasi segera diberlakukan. Sebab kini rupiah memiliki jumlah digit yang terlalu banyak sehingga berpotensi menyebabkan inefisiensi dalam transaksi. Masyarakat harus membawa jumlah uang yang besar untuk membiayai transaksi sehari-hari yang cukup sederhana.
 
Apabila tidak ditempuh kebijakan perubahan harga mata uang, maka rupiah dengan digit yang besar berpotensi menghambat ekonomi. Uang dengan jumlah digit yang terlalu banyak akan membuat perhitungan dalam transaksi menjadi rumit dan berpotensi menimbulkan kekeliruan serta memakan waktu lebih lama.
 
Proses redenominasi sendiri, terbagi dalam tiga bagian. Pertama, tahap persiapan yang berlangsung selama tahun 2013. Kedua, tahap transisi yang berjalan mulai 2014 hingga 2016. Ketiga, tahap kelar (phasing out) antara tahun 2017-2020.
 
Di sisi lain, pemerintah justru tengah memaksimalkan penggunaan mata uang rupiah dalam setiap melakukan transaksi di dalam negeri. Pasalnya hingga saat ini ada transaksi-transaksi keuangan yang masih menggunakan valuta asing.
 
Kata Mahendra mata uang adalah salah satu lambang negara. Yang memiliki nilai kewibaan tersendiri.”Coba saja ada orang luar negeri lain mengoyak duit kita, tentu marahkan. Apalagi kalau kita belanja di negeri orang pakai rupiah, mereka bakal tertawa karena bingung bagaimana mengembalikan uang dengan digit banyak tersebut,”  paparnya. Untuk itu perlu redenominasi diberlakukan segera, agar kewibawaan sebagai Indonesia bangsa yang besar terjaga. (riki)

 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Siak Serius Kembangkan Pendidikan Agama

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.