• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Publik akan diguyur saham baru

Tim Redaksi by Tim Redaksi
8 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA-  Bursa Efek Indonesia (BEI) mulai mempertanyakan rencana emiten untuk memenuhi ketentuan batas minimal jumlah saham yang beredar di publik (free float). Sebelumnya, BEI merilis keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00001/BEI/01-2014 di awal tahun yang mewajibkan emiten memiliki free float minimal 7,5%. Beleid baru BEI ini juga mewajibkan kepemilikan saham harus dimiliki minimal 300 pihak. BEI memberi waktu emiten 24 bulan sejak tanggal berlakunya aturan.

Selang tujuh bulan aturan berlaku, ternyata banyak emiten belum punya rencana memenuhi aturan tersebut. Tapi ada juga emiten yang sudah menyiapkan serangkaian rencana. PT Trust Finance Tbk (TRUS) dalam keterbukaan Kamis (4/9) menyatakan, pemegang saham publik di bawah 5% sebanyak 23,35% namun hanya dimiliki 58 pihak.

Nah untuk memenuhi aturan tersebut, Suhiwan Budiyanto, Sekretaris Perusahaan TRUS bilang, akan memecah nilai nominal saham (stock split) secepatnya. Cara tersebut juga dipakai oleh PT Pool Advista Indonesia Tbk (POOL). Emiten dengan saham publik 6,06% ini akan stock split.

Direktur POOL, Rony Tanjung mengaku, manajemen akan meminta pemegang saham pengendali melepas saham ke publik. PT Alam Karya Unggul Tbk (AKKU) akan merilis saham baru alias rights issue sebanyak 1,52 miliar saham untuk memenuhi aturan BEI. Angka tersebut setara dengan 23% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Kini saham AKKU milik publik mencapai 15,1%. Namun jumlah pemegang sahamnya baru 132 pihak. Bambang Adhi Pratomo, Direktur AKKU dalam keterangan resmi menyatakan, akan meminta izin pemegang saham pada 10 Oktober. Rencananya rights issue dilakukan akhir Oktober sampai November 2014. Pasca aksi korporasi tersebut, modal disetor AKKU bakal meningkat menjadi 6,5 miliar saham senilai Rp 650 miliar.

PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) yang saham publiknya sebanyak 5,4% mengaku akan roadshow di dalam maupun luar negeri pada pertengahan tahun ini. PSAB berharap bisa melepas 5%-10% saham milik pengendali. Dalam aksi ini, PSAB dibantu oleh Bahana Securities.

Belum tentu laku

Kepala Riset First Asia Capital, David N Sutyanto mengatakan, permasalahan emiten bukan hanya menambah saham publik. “Tidak semua pemegang saham pengendali mau melepas kepemilikan saham,” ujar dia. Pasalnya, beberapa pemegang saham pengendali tak ingin dividen yang didapat menjadi berkurang.

Kiswoyo Adi Joe, Managing Partner Investa Saran Mandiri menambahkan, padahal salah satu tujuan aturan ini agar saham bisa lebih likuid. “Emiten memang perlu dipaksa,” ujar dia. Menurut Kiswoyo, banyak emiten go public tanpa tujuan yang jelas dan hanya menginginkan dana saja atau ingin mengetahui nilai asetnya. Dan kalau pun pemegang saham pengendali mau melepas saham ke publik ada juga kemungkinan saham tersebut tak laku di pasaran.

Pasalnya, beberapa emiten dengan jumlah saham publik mini dan dimiliki kurang dari 300 pihak ini kinerjanya tak terlalu bagus. Ini dialami oleh PT Inti Agri Resources (IIKP). Perusahaan yang bergerak dalam perdagangan perikanan ini masih menderita rugi bersih Rp 7,3 miliar dari sebelumnya rugi Rp 6,09 miliar di semester I-2014.

Pemegang saham kurang dari 5% IIKP mencapai 39,19% tapi hanya dipegang 251 pihak. Karena itu, untuk menarik minat investor, manajemen IIKP akan memperbaiki kinerja terlebih dahulu, setelah itu menjual ke investor. Manajemen IIKP juga berharap bisa memenuhi ketentuan BEI sebelum akhir tahun 2015.

Menurut David, selain memacu emiten dengan aturan, BEI seharusnya mengadakan simulasi transaksi saham sehingga bisa menjadi stimulus agar investor tertarik. Pasalnya, belum tentu investor mau membeli saham yang ditawarkan oleh para emiten.(Kontan)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

9 Buku Panduan Jadi MIliarder ala Warren Buffett

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.