Perlu ubah Mainset Menabung

Rabu, 12 Februari 2014 11:07
BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – Manulife Indonesia merilis hasil survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) yang menyatakan 37 persen kekayaan investor ditempatkan dalam portofolio tabungan atau dana tunai di kuartal IV-2013. Hal ini menandakan bahwa tabungan masih menjadi aset populer di kalangan investor.Â


Director of Business Development, Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut Andanawarih mengatakan, investor perlu mengubah pola pikirnya. Sebab dengan tingginya angka inflasi di Indonesia, nilai dana tunai yang disimpan dalam bentuk tabungan akan semakin menyusut dalam jangka panjang.Â

“Setiap satu juta uang kita di tabungan, maka akan kena pajak dan inflasi. Dan pasti setiap bulan bakal berkurang Rp7 .000 terbuang sia-sia karena termakan inflasi. Jadi inflasi tidak bisa dianggap enteng, sebab akan menggerus kekayaan,” ucap Putut di Gedung Sampoerna Strategic, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Menurut Putut, masyarakat Indonesia seharusnya mulai mempertimbangkan untuk mengurangi simpanan dan segera melakukan investasi secara lebih efektif pada berbagai jenis pilihan investasi yang telah tersedia. Karena dengan simpan uang terlampau banyak di tabungan, itu bisa membuat rugi.

Putut mengungkapkan, dari penempatan aset kekayaan dalam bentuk dana tunai, dialokasikan untuk keperluan sehari-hari sebesar 18 persen, tabungan pendidikan 15 persen, biaya medis 12 persen, sebesar 11 persen menambah akumulasi kekayaan, 9 persen menunggu kesempatan investasi, 9 persen pengeluaran besar selain rumah, 7 persen dikucurkan untuk membeli rumah dan 5 persen untuk dana lainnya. Â

Baca: Riau Belum Lihat Rupiah Baru, Sekda: Lain Kesempatan SSK Masuk

“Prioritas utama dari dana tabungan investor, dialokasikan untuk biaya pendidikan 35 persen, sebesar 20 persen memulai bisnis sendiri dan 14 persen untuk masa pensiun,” jelasnya.

Putut mengungkapkan, dengan data yang di atas, angka tersebut mengalami penurunan dibanding kuartal III-2013 sebelumnya yang mencapai 42 persen. Secara umum pengelolaan kas orang Indonesia ditempatkan di dana tunai dengan hasil survei 37 persen responden. Â

“Ada pelemahan setimen terhadap tabungan sehingga berpengaruh terhadap prospek pensiun investor,” jelasnya.

Kendati demikian, dari angka itu sebanyak 55 persen responden mengaku merasa belum cukup memegang dana tunai. Artinya jumlah uang yang ada dalam tabungan maupun deposito masih kurang untuk memenuhi kebutuhan mereka.Â

“Para investor ini menyimpan dana tunai bisa menutupi kebutuhan hidupnya rata-rata selama 10 bulan. Padahal kalau melihat teorinya, dana jaga-jaga itu perlu 3-6 bulan saja,” pungkasnya. (okz)