• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengusaha Tambang Perberat Beban Utang RI

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  – Kondisi pengiriman barang tambang ke pasar internasional sejak awal tahun kian lesu. Namun, perusahaan tambang di tanah air tetap agresif untuk menggali utang dari luar negeri.

Hal ini dinilai sebagian pihak berdampak kekhawatiran terhadap kemampuan pembayaran utang korporasi-korporasi di sektor tersebut.
       
Merujuk data terbaru, BI mencatat laju utang luar negeri (ULN) sektor pertambangan pada April 2014 meningkat signifikan. Yakni naik 15,2 persen dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy), dari 12,1 persen per Maret 2014 (yoy).

Secara nilai, ULN sektor pertambangan dan penggalian pada April tahun ini mencapai USD 24,92 miliar, atau melesat dari USD 21,63 miliar April tahun lalu.
       
“Tambang harus waspada. Sebab utangnya tumbuh dari 12 persen ke 15 persen. Apalagi, pertambangan saat ini tengah tertekan karena masalah ekspor,” ungkap Chief of Economic PT Bank Mandiri Tbk Destry Damayanti, kemarin (17/6).
       
Destry memaparkan, sebetulnya pihaknya telah memprediksi adanya peningkatan dari ULN swasta di beberapa industri. Hal ini terlihat dari pesatnya investasi asing ke tanah air. Ia mencontohkan banyaknya ULN yang masuk ke sektor manufaktur alias pengolahan.

Konsolidasi data BI menunjukkan ULN industri pengolahan pada April 2014 sebesar USD 29,84 miliar, atau meningkat dari USD 26,13 miliar per April 2013. ULN pada sektor ini per April naik ke level 14,2 persen (yoy), melonjak dari pertumbuhan Maret sebesar 8,5 persen (yoy).
       
“Namun industri pengolahan seperti otomotif adalah export oriented. Apalagi, ekspor mobil pada kuartal pertama 2014 naik pesat. Yang seperti ini (utang) nggak papa. Sepanjang tujuanny ekspor, (utang) aman karena ada natural hedge (lindung nilai, Red),” jelasnya.
       
Secara keseluruhan, ULN swasta meningkat 13,4 persen pada April 2014 menjadi USD 145,63 miliar, dari USD 128,93 miliar per April 2013. Secara sektoral, pertumbuhan ULN sektor listrik, gas, dan air bersih yang selama enam bulan terakhir mengalami kontraksi, pada April 2014 kembali tumbuh 1,3 persen (yoy).
       
Sebaliknya, pertumbuhan ULN sektor keuangan tumbuh 12,7 persen (yoy) lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 14,0 persen (yoy). Sektor jasa-jasa, yang secara pangsa hanya mencapai 0,7 persen dari ULN swasta, bertumbuh paling tinggi. Yakni 68,2 persen (yoy), atau lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 65,5 persen.
       
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Tirta Segara menyatakan, perkembangan ULN hingga April 2014 masih cukup sehat dalam menopang ketahanan sektor eksternal. Meski demikian, ia menerangkan, pihaknya akan tetap memantau perkembangan ULN khususnya swasta.

“Sehingga, ULN dapat berperan secara optimal dalam mendukung pembiayaan pembangunan tanpa menimbulkan risiko stabilitas ekonomi,” jelasnya.
       
Sebelumnya, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, pendalaman pasar keuangan khususnya di pasar surat utang sebetulnya sangat diperlukan. Misalnya dalam bentuk medium term notes (MTN) maupun negotiable cetificate of deposit (NCD).

Hal ini dilakukan agar korporasi memiliki akses pendanaan di luar industri perbankan yang kini tengah mengalami pengetatan likuiditas. Sebagaimana diketahui, investor asing masih menjadi pemegang akses ke ekses likuiditas di pasar global.

“Sebenarnya (aturan) sudah ada. Tapi karena 1998 krisis, terjadi debt default. Maka dari itu, instrumen tersebut harus pruden. Misalnya didukung dengan credit rating yang kredibel,” tegasnya. (gal/agm)

Kelompok Peminjam Utang Luar Negeri (dalam USD miliar)

Peminjam       2013            2 014*

Pemerintah    128,12         130,9 6
Swasta            128,93        145,63
Total                 257,05        276,59

Sumber: Bank Indonesia (BI), 2014(Jpnn)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Jelang Pilpres, Transaksi BEI Cukup Padat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.