BERTUAHPOS.COM — Pasar logam mulia mengalami tekanan hebat pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026, dengan harga emas spot ambruk 1 persen ke level US$4.440,99 per ons.
Dikutip dari RMOL, Kamis, 4 Mei 2026, pelemahan di pasar logam mulia ini diikuti kontrak berjangka emas Amerika Serikat yang ditutup merosot 1,2 persen ke posisi US$4.466,90 per ons.
Penurunan tajam ini dipicu kekhawatiran investor bahwa eskalasi konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendongkrak harga energi dan menyulut inflasi. Situasi itu pada akhirnya dinilai akan memaksa bank sentral Amerika Serikat, The Fed, untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lebih lama.
Meski emas dikenal sebagai aset aman atau safe haven di tengah ketidakpastian global, dua faktor utama tengah menekan pergerakannya saat ini. Faktor tersebut adalah beban suku bunga tinggi yang berkelanjutan dan keperkasaan Dolar AS di pasar valuta asing.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil atau non-yielding, emas langsung kehilangan daya tariknya saat suku bunga berada di level tinggi. Investor cenderung mengalihkan dananya ke instrumen keuangan lain yang lebih menguntungkan ketika kebijakan moneter ketat masih berlaku.
Penguatan Indeks Dolar AS atau DXY yang terjadi tiga hari berturut-turut turut memperburuk kondisi pasar logam mulia. Dolar yang lebih kuat membuat harga emas menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli yang bertransaksi menggunakan mata uang lain, sehingga menekan permintaan secara global.
Arah pergerakan pasar logam mulia ke depan sangat bergantung pada rilis data ekonomi AS yang akan datang. Setelah data ADP mencatat pertumbuhan pekerja swasta Mei yang solid, perhatian pasar kini terpusat pada laporan nonfarm payrolls yang dijadwalkan rilis pada Jumat mendatang.
Jika data nonfarm payrolls kembali menunjukkan pasar tenaga kerja AS yang kuat, ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneter akan semakin sempit. Kondisi itu berpotensi memberikan tekanan lanjutan yang signifikan pada harga emas maupun pasar logam mulia secara keseluruhan.
Tren negatif ini tidak hanya memukul emas, tetapi juga menyeret seluruh kelompok logam mulia lainnya dalam satu hari perdagangan yang sama. Harga perak spot anjlok 2,2 persen menjadi US$73,40 per ons, platinum ambles 3,5 persen ke US$1.868,58 per ons, dan palladium menyusut 3,5 persen ke posisi US$1.321,97 per ons.









