BERTUAHPOS.COM — Harga emas dunia terkoreksi pada Selasa, 12 Mei 2026, setelah harapan tercapainya perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran semakin memudar dan mendorong penguatan dolar AS sekaligus kenaikan harga minyak dunia.
Dua tekanan itu secara bersamaan menekan daya tarik emas yang sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir.
Mengutip data Reuters, harga emas spot turun 0,8 persen menjadi USD 4.698,22 per ons troi pada perdagangan pukul 16.13 WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi sejak 21 April 2026.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Juni 2026 ikut melemah 0,5 persen ke posisi USD 4.706,10 per ons troi.
Pemicu utama koreksi ini adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut upaya gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi kritis.
Iran menolak proposal perdamaian dari AS dan tetap mempertahankan sejumlah tuntutan yang oleh Trump disebut tidak masuk akal sama sekali.
Analis komoditas Saxo Bank, Ole Hansen, menyebut kenaikan harga energi menjadi faktor dominan yang menekan harga emas saat ini.
Ia menjelaskan tekanan datang dari berbagai arah secara bersamaan sehingga membuat emas sulit bertahan di level tinggi.
“Faktor utama penurunan emas adalah kenaikan harga energi yang kembali mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS menjelang rilis data inflasi konsumen hari ini, ditambah penguatan dolar AS,” ujar Ole Hansen.
Sementara itu, harnya minyak dunia yang terus naik karena jalur strategis Selat Hormuz masih mengalami gangguan aktivitas, yang belum terselesaikan.
Kondisi ini semakin meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kelangsungan pasokan energi global dalam jangka pendek.
Kenaikan harga minyak pada gilirannya memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi global akan tetap tinggi lebih lama dari perkiraan.
Situasi itu mendorong ekspektasi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi, yang secara tradisional mengurangi daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.
Dolar AS menguat seiring memudarnya optimisme damai AS-Iran yang sebelumnya sempat menekan nilai tukar greenback.
Dolar yang lebih kuat membuat emas semakin mahal bagi pemegang mata uang lain dan menekan permintaan dari investor global.
Pasar kini menantikan rilis data inflasi AS atau Consumer Price Index yang dijadwalkan keluar hari ini sebagai penentu arah kebijakan moneter The Fed.
Data CPI yang lebih tinggi dari ekspektasi berpotensi semakin memperkuat argumen untuk mempertahankan suku bunga tinggi dan menambah tekanan pada harga emas dunia.[]









