BERTUAHPOS – Harga emas dunia kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan pada perdagangan awal pekan. Penguatan ini dipicu meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China serta perhatian pasar yang kini tertuju pada data inflasi terbaru AS.
Pada perdagangan Selasa, 13 Mei 2025, harga emas naik 0,6% dan kembali diperdagangkan di atas level US$3.250 per ons. Ini menjadi sinyal pemulihan setelah penurunan tajam akibat kekhawatiran atas lonjakan tarif impor yang sempat memperburuk sentimen pasar, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Kabar positif datang dari Washington dan Beijing yang sepakat menurunkan tarif secara sementara. Pemerintah AS menurunkan bea masuk produk China dari 145% menjadi 30% untuk jangka waktu 90 hari. Di sisi lain, China juga memangkas tarif terhadap sebagian besar produk AS menjadi hanya 10%.
Namun, meski tensi geopolitik menurun, pasar tetap mencermati rilis data inflasi AS untuk April. Laporan ini diperkirakan akan menjadi gambaran awal pengaruh tarif baru terhadap harga konsumen.
Di tengah dinamika tersebut, indeks dolar AS mencatat penguatan signifikan, tertinggi sejak reli pasca-pemilu November lalu. Imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) juga ikut naik, menambah tekanan terhadap harga emas yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti instrumen berbunga lainnya.
Meski demikian, harga emas tetap menunjukkan tren positif sepanjang tahun ini dengan kenaikan hampir 25% secara year-to-date. Ini mencerminkan tingginya permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global dan proyeksi inflasi yang terus berubah.
Pasar kini memperkirakan Federal Reserve hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Proyeksi ini menahan sentimen bullish terhadap emas, mengingat suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia.
Analis Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menilai proses negosiasi dagang AS-China masih belum sepenuhnya jelas dan dapat berpengaruh besar pada arah harga emas. “Detail teknis dalam proses negosiasi sangat krusial. Kami perkirakan harga emas akan berkonsolidasi di kisaran US$3.150 hingga US$3.350 per ons dalam waktu dekat,” katanya.
Per pukul 09:58 pagi waktu London, harga spot emas tercatat naik ke level US$3.255,59 per ons. Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index turun tipis 0,2% setelah sempat menguat 1% sehari sebelumnya. Harga perak dan platinum juga menguat, sedangkan palladium bergerak mendatar.***









