BERTUAHPOS.COM — Harga emas diperkirakan masih akan kuat hingga akhir tahun 2026 mendatang, menurut perusahaan riset yang berbasis di Inggris, Metals Focus. Logam mulia masih sangat mungkin akan melanjutkan reli-nya akibat kondisi ekonomi global yang semakin tak pasti.
Kitco News dalam laporannya menyatakan, Metals Focus memprediksi harga emas akan berada di kisaran rata-rata US$4.560 per troy ons di tahun 2026. Artinya, ada kenaikan sekitar 33% dari harga rata-rata tahun 2025 yang masih berjalan.
Menurut para analis di Metals Focus, ketidakpastian ekonomi global sepanjang tahun 2025, sangat mungkin akan terus berlanjut. AS akan tetap memainkan perannya di sektor perdagangan.
Ketidakpastian ekonomi akan membuat logam mulia semakin perkasa akan semakin diminati untuk dijadikan sebagai instrumen pelindung aset. “Kondisi ini akan menjadi pendorong utama sentimen terhadap komoditi emas,” kata para analis itu.
Di tengah kondisi itu, tingginya minat terhadap emas sebagai instrumen investasi, terutama di kalangan investor kelas ritel, akan semakin menguat akibat semakin longgarnya Federal Reserve di tengah inflasi yang tinggi.
“Ketegangan perdagangan, risiko inflasi, dan kepercayaan yang rapuh akan mempertahankan permintaan aset safe haven, sementara tekanan fiskal dan keraguan atas independensi The Fed akan mengurangi daya tarik dolar,” jelas perusahaan riset itu.
“Meskipun pemotongan suku bunga tidak seagresif yang diperkirakan pasar, imbal hasil riil yang lebih rendah, ketegangan geopolitik, dan pembelian sektor resmi yang berkelanjutan akan mendorong rekor tertinggi harga emas baru,” bebernya.
Pada perdagangan Selasa, 28 Oktober 2025 pagi, harga emas dunia kembali menguat dan sempat menyentuh level psikologis US$ 4.000 per troy ons, setelah sempat anjlok lebih dari 3% sehari sebelumnya.***









