IHSG Akan Melemah (18/09/2013)

Rabu, 18 September 2013 09:28
BERTUAHPOS, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin harus rela finish dengan kehilangan 4 poin. Kurangnya sentimen positif dari dalam dan luar membuat bursa sedikit stagnan.
 
Menutup perdagangan, Selasa (17/9/2013), IHSG ditutup di level 4.517,620 atau minus 4,6 poin (0,10%). Sementara indeks LQ45 ditutup di posisi 765,64 atau turun 1,1 poin.
 
Semalam Wall Street melaju setelah adanya harapan The Federal Reserve tidak akan mencabut stimulus tapi hanya mengurangi sedikit nilainya sedikit saja. Stimulus ini sudah menjadi katalis penggerak pasar finansial Amerika Serikat (AS) selama ini.
 
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones menguat 34,95 poin (0,23%) ke level 15.529,73, Indeks S&P 500 bertambah 7,16 poin (0,42%) ke level 1.704,76 dan Indeks Komposit Nasdaq menanjak 27,853 poin (0,75%) ke level 3.745,699.
 
Hari ini IHSG diperkirakan akan masih akan melemah atas posisinya yang sudah jenuh beli. Pelaku pasar masih akan lakukan aksi ambil untung.
 
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 187,78 poin (1,31%) ke level 14.499,45.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,44 poin (0,05%) ke level 3.180,92.  
 
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
 
Panin Sekuritas
 
IHSG kemarin mengalami profit taking setelah dalam beberapa hari perdagangan mengalami kenaikan signifikan. Kami melihat aksi ambil untung ini merupakan fenomena yang biasa terjadi setelah indeks mengalami rally jangka pendek.
 
Kami melihat beberapa berita positif masih akan menjadi katalis indeks seperti terus meredanya ketegangan di Suriah terkait senjata kimia, mundurnya Lawrence Summers dari kandidat Chairman the Fed yang baru menggantikan Bernanke, serta keyakinan pasar bahwa dampak pemotongan stimulus yang rencananya akan dilakukan The Fed pekan ini tidak akan terlalu signifikan dan sudah diantisipasi pasar.
 
Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Kisaran support-resistance 4.490-4.540.
 
 
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -4.62 poin (-0.10%) ke 4,517.62 dengan jumlah transaksi sebanyak 11.8 juta lot atau setara dengan Rp 6.3 triliun.
 
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.75%), sektor basic-industries (+0.64%), sektor construction and property (-1.38%), sektor consumer goods (-0.75%), sektor finance (+0.01%), sektor infrastructure (+0.68%), sektor mining (+1.51%), sektor misc-industries (-1.25%), dan sektor trade (-0.43%).
 
Tercatat sebanyak 107 saham mengalami penguatan, 138 saham mengalami penurunan, 105 saham tidak mengalami perubahan dan 134 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
 
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+1.12%), EXCL (+5.06%), LPKR (+6.19%), TPIA (+8.89%), dan BBCA (+0.50%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-2.17%), UNVR (-2.02%), KLBF (-2.19%), PWON (-9.84%), dan BBRI (-0.61%).
 
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp 127 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BBRI, BBCA, LPKR, dan TLKM. Mata uang rupiah terapresiasi 11.182 per dolar AS.
 
Secara teknikal penurunan IHSG hari ini, merupakan koreksi sehat setelah kemarin mengalami kenaikan yang cukup signifikan, sinyal MACD death cross dan stochastic memasuki area oversold, namun disertai volume yang kecil juga, ihsg masih berada di atas MA 20 dan MA 60, sehingga terlihat bahwa peluang konsolidasi kembali akan terjadi pada hari ini. Dengan support 4.177 dan resistance 4.544. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ARNA, BWPT, INDY.
 
(detik.com)